SHARE

JAKARTA — Guru Besar Pengetahuan Ekonomi Pertanian Kampus Lampung Bustanul Arifin menyebutkan cost produksi padi Indonesia tertinggi bila dibanding negara Asia agraris yang lain bahkan juga Cina, hingga mengakibatkan beras nasional mahal.

Ditulis dari Laporan International Rice Research Institute (IRRI) pada 2016, cost produksi padi Indonesia menjangkau Rp 4. 079 per kg padi, sedang Vietnam lebih rendah 2, 5 kali lipat, yaitu cuma Rp 1. 679 per kg.

” Cost produksi per kg beras sekitaran empat ribu rupiah, sedang Vietnam cuma Rp 1. 700. Sesudah diidentifikasi, gaji buruh begitu besar karna di lapangan susah mencari tenaga kerja bidang pertanian, ” kata Bustanul dalam diskusi di Kantor Indef Jakarta, Senin (10/7).

Dewan Komisioner serta Ekonom Senior Indef itu menuturkan cost produksi padi yang paling murah, yaitu Vietnam sebesar Rp 1. 679 per kg padi, kemudian Thailand sebesar Rp 2. 291 per kg, India sebesar Rp 2. 306 per kg, Filipina sebesar Rp 3. 224 per kg serta Cina sebesar Rp 3. 661 per kg.

Dari data IRRI itu, satu diantara unsur cost produksi yang mahal yaitu honor buruh terlepas di Indonesia sebesar Rp 1. 115 per kg padi, sedang Vitenam cuma Rp 120 per kg. Diluar itu, cost sewa tanah juga memberatkan harga produksi, yaitu di Indonesia Rp 1. 719 per kg padi, sedang di Vietnam cuma Rp 387 per kg padi.

Ia juga memberikan pemerintah butuh membuat pasar traktor supaya petani makin terpacu tingkatkan produktivitas dari sisi penyediaan fasilitas. ” Pasar traktor butuh di ciptakan supaya petani tidak tergantung pada pertolongan traktor pemerintah. Dengan membuat pasar traktor serta suku cadangnya, petani juga akan tahu manfaat traktor tersebut, ” kata Bustanul.

Baca Juga  Harga Eceran Tertinggi Beras Di Tolak Pedagang Pasar Induk Cipinang

Pemerintah butuh membuat kiat dalam tingkatkan kesejahteraan petani, satu diantaranya perbaikan politik pertanian secara detail, pendampingan petani, pelibatan kampus dalam pembangunan pertanian serta pedesaan dengan lebih systematis.