SHARE

Pemanggilan kembali Gamawan Fauzi untuk diperiksa pada  kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri kini menjadi sangat penting dari perkembangan yang diperoleh di proses persidangan.

Semakin jelas  adanya hubungan istimewa antara Gamawan Fauzi dengan Paulus Tanos, pemilik dari salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium pemenang e-KTP. Pasalnya, perusahaan milik Paulus Tanos ini, PT Sandipala Artha Putra, meraup keuntungan paling besar dari proyek e-KTP.

Gamawan Fauzi selama ini selalu berkelit jika ditanya tentang Paulus Tanos. Padahal dari kesaksian beberapa pengusaha lain di persidangan kasus e-KTP ini, yang mengajak Paulus Tanos ikut terjun di proyek e-KTP ini adalah Gamawan Fauzi. PT Sandipala Artha Putra adalah perusahaan baru yang sengaja didirikan Paulus Tanos untuk berperan di proyek mercusuar dari Kemendagri tersebut.

paulustanos
Paulus Tanos

Gamawan Fauzi juga terus membantah pernah bertemu Paulus Tanos. Mendagri 2009-2014 ini diketahui pergi ke Singapura bersama Sugiharto, Direktur Pengolahan Data pada Dirjen Dukcapil Kemendagri, namun dia tidak mengakui kalau kepergiannya ke Singapura untuk menemui Paulus Tanos yang sudah tinggal di negara tersebut sejak kasus e-KTP mulai disidik oleh KPK pada 2015.

Perusahaan milik Paulus Tanos itu, yakni PT Sandipala Artha Putra, diketahui memperoleh keuntungan hingga Rp145,8 miliar dari proyek e-KTP. Keuntungan yang diraup PT Sandipala Artha Putra itu lebih besar dibandingkan perusahaan lain di dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

“Keuntungannya sekitar Rp140 sekian miliar. Laba bersih sekitar 27 persen, antara 2011 hingga 2013,” ujar Fajri Agus Setiawan, asisten manajer PT Sandipala Artha Putra di PN Tipikor Jakarta.

fauzibohong
Gamawan Fauzi

Keuntungan besar yang diperoleh PT Sandipala Artha Putra ini tentunya karena adanya kedekatan pemilik perusahanan tersebut, Paulus Tanos, dengan Gamawan Fauzi selaku Mendagri dan pemilik proyek.

Baca Juga  Ini Alasan Fadli Zon Menilai Dakwaan KPK Sangat Gegabah

Keuntungan perusahaan Paulus Tanos itu bahkan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan laba dari Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI),  yang menjadi induk konsorsium. Laba yang diperoleh PNRI hanya sekitar 6 persen saja, atau sekitar Rp 107 miliar, dari kurun waktu 2011 hingga 2014.

Terkait keuntungan besar yang diperoleh perusahaan milik Paulus Tanos itu, sejumlah saksi dari perusahaan lain menyebutkan, karena perusahaan Paulus Tanos ini mendapatkan keistimewaan untuk lebih fokus pada pencetakan blangko e-KTP dan pendistribusian. Ia menyebut target pencetakan sekitar 51 juta blangko.

Siapa lagi yang memberikan rekomendasi pada perusahaan Paulus Tanos untuk fokus pada pencetakan blangko e-KTP dan pendistribusian selain Gamawan Fauzi.