SHARE

BANDUNG — Terdakwa perkara ujuran kebencian lewat sosial media, Buni Yani, keberatan dengan jadwal persidangan yang di gelar mulai jam 09. 00 WIB. Terdakwa juga mengemukakan keberatan itu dalam persidangan kelanjutan yang di gelar di Aula Gedung Arsip Kota Bandung, Selasa (11/7).

Keinginan itu juga pada akhirnya dipenuhi majelis hakim. ” Kami tidak berksud memberatkan terdakwa dengan jadwal sidang mulai jam 09. 00 WIB. Dengan beragam pertimbangan jadi sidang minggu depan diawali sesudah ishoma atau sekitaran jam 13. 00 WIB, ” kata ketua Majelis Hakim, M Sapto.

Putusan hakim yang bersedia menggeser jadwal sidang dari umum jam 09. 00 WIB jadi jam 13. 00 WIB diterima senang oleh Buni Yani. Menurutnya, bila jadwal sidang diawali jam 09. 00 WIB jadi dia mesti pergi dari Depok satu hari terlebih dulu serta ini begitu memberatkan dari sisi saat, cost, tenaga, serta fikiran.

” Bila jadwal diawali jam 13. 00 WIB saya dapat pergi bada subuh. Namun bila sudang jam 09. 00 WIB saya mesti bermalam di Bandung serta ini memberatkan saya, ” tutur dia.

Menurut Buni Yani dengan dipindahkannya sidang ini dari Depok ke Bandung adalah taktik jaksa untuk menjeratnya. Mulai sejak awal, dia menyebutkan, skenario jaksa untuk memenjarakan dia telah mulai tampak. Ditambah sekali lagi, kata dia, persidangan ini dipindah dari Depok ke Bandung. ” Ada kemauan kurang baik dari jaksa atas perkara saya ini dari Depok ke Bandung. Ada kemauan jahat dari jaksa bagaimana langkahnya Buni Yani terkena, ” kata dia selesai persidangan.

Baca Juga  Penasihat Hukum: Kasus Buni Yani Bermuatan Politis