SHARE

Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DI Yogyakarta disangka memperoleh teror, Minggu (9/7/2017).

Kaca depan kantor yang ada di Jalan Walter Monginsidi nomor 20, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, pecah yang disangka terserang lemparan batu.

Pantauan Kompas. com, kaca sisi depan kantor tampak berlubang. Lubang yang memiliki bentuk tidak teratur itu mempunyai diameter sekitaran 30 sentimeter. Mengenai pecahan kaca terhampar di permukaan lantai yang berada di teras kantor ORI.

Slamet Sukartijo (54), satpam ORI, menyebutkan, pecahnya kaca depan kantor berlangsung sekitaran jam 04. 00 WIB. Saat momen itu berlangsung, ia tengah melihat tv di ruangan tamu yang jaraknya begitu dekat dengan kaca depan.

Mujur, batu serta pecahan kaca tidak mengenainya karena terhambat tirai.

” Saat itu saya berbaring menanti azan Subuh, mendadak dengar prang. Kemudian saya buka tirai ingin mencari yang melempar, ” tutur Slamet.

Slamet yang pernah terperanjat itu juga segera keluar kantor untuk meyakinkan penyebabnya pecahnya kaca kantor depan ORI. Terkecuali lihat pecahan kaca yang depan berantakan di permukaan lantai, ia lihat sebongkah batu tergeletak di teras depan.

” Saya juga check ke luar kantor, namun tak ada orang satupun, ” tutur Slamet seraya mengakui segera memberikan laporan momen itu ke pegawai serta pimpinan ORI.

Disamping itu, Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi, mengatajan pihaknya segera memberikan laporan momen itu ke Polsek Tegalrejo.

” Jadi warga negara yang baik, langkah yang kami ambillah segera koordinasi dengan kepolisian paling dekat, ” tutur Budhi.

Budhi mengakui belum juga dapat meyakinkan momen itu adalah teror atau bukanlah. Tetapi, ia yakini momen itu adalah usaha pelemparan pada kantornya.

” Terang pelemparan bila diliat dari diketemukan batunya batu, ” ucap Budi.

Budi mengatakan, momen itu baru pertama kalinya berlangsung. Sampai kini, pihaknya juga belum juga sempat memperoleh teror maupun ancaman dari pihak beda sepanjang mengatasi laporan dari orang-orang. Itu penyebabnya ia tidak ingin mengatakan momen yang berlangsung itu adalah teror.

” Kami belum juga dapat menduga-duga kami juga tidak dalam tempat karenanya. Kami serahkan ke polisi. Tim polisi juga telah datang mengecek, ” kata Budhi.
Bacalah juga : Orang-orang Belum juga Memahami Maladministrasi Dapat Dilaporkan ke Ombudsman

Di tanya masalah masalah yang baru dikerjakan, Budhi mengakui tengah mengolah laporan sangkaan penyimpangan yang berlangsung dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

” Namun belum juga pasti itu karna kami juga mengatasi beberapa ratus masalah yang lain. Mungkin itu juga tingkah orang iseng, ” kata Budhi.