SHARE

Bandung – Satpol PP Kota Bandung membongkar beberapa puluh lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Hasanudin, Kota Bandung. Pedagang sebagai korban penertiban masih tetap kebingungan mencari tempat berjualan baru.

Salah seseorang pedagang, Yahya (56) mengakui telah berjualan gorengan serta kopi di lokasi itu nyaris 30 th.. Pekerjaan itu telah jadi mata pencaharian paling utama keluarganya sampai kini.

” Saya telah berjualan dari th. 1987. Ini mata pencaharian paling utama saya, tidak ada sekali lagi, ” kata Yahya di tempat penertiban, Rabu (12/7/2017).

Ia mengakui telah memperoleh pemberitahuan terlebih dulu berkaitan penertiban hari ini. Hingga, sambung dia, dianya pilih membongkar lapaknya sendiri sebelumnya penertiban dikerjakan petugas.

Dia mengatakan empat th. lantas gagasan penertiban lapak PKL di Jalan Hasanudin keluar. Tetapi, sambung dia, penertiban urung dikerjakan sesudah beberapa pedagang memohon saat untuk tetaplah berjualan.

” Saya juga telah pasrah dibongkar hari ini. Sesungguhnya telah dari empat th. lantas gagasannya, hanya tidak jadi, ” kata bapak empat orang anak ini.

Yahya menjelaskan belum juga mempunyai maksud juga akan kembali berjualan ditempat beda. Sekarang ini, sambung dia, ia masih tetap mencari tempat yg tidak masuk zone merah PKL serta ketentuan daerah.

” Belum juga tau ingin jualan dimana kelak. Namun ingin cari tempat yang aman, tidak tidak mematuhi, ” kata Yahya.

Pedagang yang lain, Maman (50) mengaku kekeliruannya berjualan di zone terlarang PKL. Hingga, sambung dia, dianya pasrah serta pilih membongkar sendiri lapaknya mulai sejak pagi barusan.

” Bila memanglah zone terlarang, saya akui salah berjualan disini. Maka dari itu barusan pagi saya bongkar sendiri, kan terlebih dulu juga telah diberi tau, ” papar dia.

Sesaat saat, kata dia, juga akan berjualan bakso keliling sembari mencari tempat beda untuk mangkal. Ia mengharapkan pemerintah dapat memfasilitasi beberapa pedangan yang lapaknya dibongkar untuk kembali berjualan.

” Bila pemerintah dapat memfasilitasi kami ingin jualan di satu tempat. Namun sesaat saya dagang keliling dahulu saja, ” ucap pria yang telah berjualan lima th. paling akhir ini.

Kepala Bagian Tibum Tranmas Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi menerangkan pemerintah tidak mempersiapkan tempat relokasi untuk beberapa pedagang di Jalan Hasanudin, Kota Bandung.

” Karna mereka berjualan di zone merah serta telah lama, kami tidak mempersiapkan tempat relokasi, ” terang Taspen.