SHARE

JAKARTA — Menteri Koordinator bagian Perekonomian Darmin Nasution mendorong PLN mencari jalan keluar periode panjang untuk menyetabilkan harga listrik. Ia menilainya, satu diantara kiat yang mungkin saja bisa dikerjakan yaitu dengan perpanjang kontrak periode panjang pembangkit listrik tenaga batubara.

Darmin menerangkan, bila kontrak dikerjakan untuk periode panjang, jadi perusahaan bisa mengkalkulasi cost produksi serta tarif listrik baik untuk periode waktu yang panjang juga. Begitu, orang-orang akan tidak terbebani dengan fluktuasi harga.

” Bila dapat diprediksikan tarif listrik sepuluh th. mendatang. Jadi mereka dapat dengan gampang memprediksinya, ” kata Darmin, dalam acara komunitas usaha PLN di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (21/7).

Pemerintah sesungguhnya telah menyebutkan akan tidak ada kenaikan tarif listrik sekali lagi hingga akhir th.. Direktur Paling utama PT PLN Sofyan Bashir menyebutkan, untuk menggerakkan amanat itu, pihaknya sudah banyak lakukan efisiensi dari beragam bagian, diantaranya memaksimalkan kemampuan pembangkit yang ekonomis serta kurangi cost pemeliharaan.

Sofyan mengaku, melindungi supaya harga listrik tidak naik adalah pekerjaan yang tidak gampang. Terlebih di dalam merangkaknya harga batubara yang disebut daya primer untuk menggerakkan pembangkit-pembangkit listrik.

Menurut Sofyan, keadaan ini tidak ayal membuat pendapatan perusahaan jadi menyusut karna cost produksi jadi bertambah tetapi harga jual tetaplah sama. Meski demikian, ia meyakinkan PLN tetaplah taat pada instruksi pemerintah untuk melindungi tarif listrik. ” Mungkin saja laba menyusut, namun minimum kita tidak rugilah, ” kata Sofyan.

Baca Juga  Pasca Banjir Belitung Timur, 83 Persen Listrik Sudah Dipulihkan