SHARE

DEPOK — Aparat kepolisian ambil sidik jari yang disangka punya aktor pengeroyokan serta penganiayaan pakar telematika ITB Hermansyah di Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur. Sidik jari itu salah satunya di ambil dari mobil.

” Dari mobil, kami angkat sidik jari ataupun tanda bukti yang kami sangka punya aktor juga. Sidik jari ataupun darah kami angkat serta kami identifikasi. Kelak, juga akan dibuat oleh tim kami, ” kata Kasatreskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho di Depok, Ahad (9/7).

Teguh meneruskan polisi sudah mengambil alih tanda bukti seperti jam, bercak darah, serta sidik jari di mobil punya korban. ” Belum juga di ketahui motifnya, namun langkah awal baru penyelidikan dahulu, ” kata dia.

Dia menyebutkan keadaan korban paling akhir telah usai dikerjakan operasi. Tetapi, belum juga dapat disuruhi info karna belum juga sadar.

Ia menerangkan awalannya kepolisian memperoleh info dari Tempat tinggal Sakit Hermina Depok berkaitan ada korban itu. ” Lalu, kami lakukan penyelidikan dengan mendatangi RS Hermina Depok serta mengintrogasi beberapa saksi, check ke TKP, serta lakukan olah TKP mobil di mana kami juga akan mencari panduan yang dapat menghadap pada momen ini siapa aktornya, ” kata dia.

Tetapi, dia menjelaskan, sesudah dikerjakan penelusuran, tempat peristiwa nyatanya masuk ke lokasi Jakarta Timur. Dengan hal tersebut, menurutnya, Polres Depok bekerja sama juga dengan Polres Jakarta Timur serta Polda Metro untuk mengatasi masalah yang memanglah telah jadi atensi pimpinan untuk selekasnya disibak.

” Jadi, untuk masalah ini kami paduan dari Polres Jakarta Timur, Depok serta di-back up dari Polda Metro juga, ” kata dia.

Baca Juga  Saat Hadir Dalam Acara Pembukaan Diklat Paskibraka Nasional 2017 Gloria Jadi Pusat Perhatian

Hermansyah jadi korban pengeroyokan serta penganiayaan di Tol Jagorawi Km 6, pada TMII serta simpang susun Tol JORR, Jakarta Timur. ” Dari hasil penelusuran ke RS Hermina di ketahui ada pasien yang disangka korban pengeroyokan serta penganiayaan seperti disebut Pasal 170 jo 351 KUHP sekitaran jam 04. 00 WIB, ” kata Teguh.

Ia menerangkan peristiwa penganiayaan itu berlangsung saat korban serta adiknya memakai dua mobil dari arah Jakarta punya maksud pulang ke Depok. Korban memakai mobil Toyota Avanza nomor polisi B-1086-ZFT.

Saat hingga di Tol Jagorawi, mobil yang dikendarai adik korban berkejar-kejaran serta sama-sama pepet dengan mobil sedan sampai mobil adiknya tersenggol.

Setelah itu, korban berinisiatif menolong adiknya dengan menguber mobil sedan itu. Tetapi, dari arah belakang, ada mobil Honda Jazz yang disebut rekan dari pengendara mobil sedan memepet mobil korban.

” Sekitaran Km 6 Tol Jagorawi, mobil korban diminta menepi oleh aktor serta lalu korban oleh aktor diminta buka pintu, ” kata Teguh.

Sesudah korban turun segera terserang oleh beberapa aktor yang sejumlah sekitaran lima orang. Seseorang salah satunya memakai senjata tajam kemudian beberapa aktornya melarikan diri.

” Karena peristiwa itu korban terluka dibagian kepala, leher serta tangan. Lantas, korban menyender di jok mobil serta pernah ditolong oleh petugas Layanan Marga serta lalu korban dibawa ke RS Hermina Depok, ” tutur Teguh.