SHARE

Medan – Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Paulus Waterpauw mengecek tempat masuknya sabu 44 kg di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Dalam kunjungannya itu, Paulus menginginkan ketahui lebih jauh perairan yang berada di sana.

Ditemani Kepala BNNP Sumut Brigjen Andi Loedianto, Irjen Paulus tiba di jalur perairan Pantai Mutiara 88, Kabupaten Sergai, sekitaran jam 14. 00 WIB, Kamis (20/7/2017). Ia lalu mengecek Pos Polair Polres Sergai mulai depan pos, ruang, sampai halaman.

Ia mengatakan perairan di Sergai cukup luas. Hal tersebut membuat dianya menginginkan menaikkan personelnya untuk melindungi lokasi perairan manfaat menyingkirkan sindikat peredaran narkoba masuk ke Sumatera Utara.

” Saya mesti ke lapangan, check segera. Kurang lebih bagaimana tempat ini. Ini pantai begitu terbuka, ” kata Irjen Paulus.

Paulus menyebutkan pihaknya memiliki komitmen untuk bersungguh-sungguh memberantas peredaran narkoba. Diluar itu, ia mengatakan, tempat itu adalah tempat wisata pantai.

Menurut Paulus, Pos Polisi Air yang ada Pantai Mutiara telah lama tidak digunakan. ” Itu pos polisi telah lama kosong, tidak dipakai, sekitaran th. 2015, ” katanya.

Berkaitan hal tersebut, personel di pos polisi yang berada di perairan lokasi Sumut juga akan ditambah, termasuk juga fasilitas serta prasarana, seperti alat komunikasi HT.

” Personel itu nanti mesti ada 7-8 personel. Jadi, bila ada fasilitas HT, dapat segera diberitahukan (bila ada hal yang mencurigakan). Dapat segera direspons, ” tuturnya.

Untuk menghindar anggotanya tidak ikut serta narkoba, Paulus juga akan membuat pakta integritas. ” Semuanya anggota di tandatangani pakta integritas. Bersedia tidak untuk ikut serta narkoba, ” terangnya.

Dengan terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menyebutkan hal yang sama. Alat komunikasi begitu dibutuhkan oleh petugas yang tengah lakukan penjagaan.

” Fasilitas serta prasarana seperti alat komunikasi begitu dibutuhkan, ” katanya.

Seperti dikabarkan terlebih dulu, oknum Polisi Air Polres Sergai berinisial Aiptu S ikut serta penyelundupan sabu seberat 44 kg. Dia diindikasikan jadi pengendali di lapangan.

” Aiptu SH ini memperoleh imbalan Rp 125 juta sekali ngawal, ” ucap Kepala BNN Komjen Budi Waseso waktu jumpa pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (20/7).