SHARE

TOKYO – Pertolongan Jepang pada kepolisian Indonesia tidak dapat disebut kecil serta dikerjakan mulai sejak th. 2001 dengan beragam usaha penambahan kwalitas untuk kepolisian Indonesia di beberapa hal.

” Sesudah step pertama berhasil bekerja bersama dengan pihak kepolisian Indonesia, bekerja untuk step ke-2 dari th. 2001 hingga 2005 sepanjang empat 1/2 th., untuk membuat satu program manfaat menolong Kepolisian Negara Republik Indonesia mempunyai tujuan untuk memisahkan diri kepolisian dari tentara nasional Indonesia, ” kata Hiroto Yamazaki umum di panggil Harry, kelahiran Sakura Chiba Jepang pada Tribunnews. com, Selasa (11/7/2017).

Harry yaitu bekas Direktur Kepolisian Jepang serta bekas Rektor Kampus Kepolisian Jepang.

Sepanjang pekerjaan itu Harry memperoleh dari banyak rekannya di Indonesia beberapa anggota kepolisian yang nyatanya pada akhirnya berhasil.

” Ke-3 kalinya yaitu 3 th. dari 2009 sampai 2012. Ketika itu, jadi kepala kampus polisi Jepang, saya merencanakan untuk merampungkan kehidupan jadi petugas polisi. Tetapi saya bekerja juga di negara ke-3 yang tidak terduga. Ini yaitu misi untuk mentransfer Program Support Reformasi Kepolisian Republik Indonesia yang di buat dari Step ke-2 hingga Step ke-3, serta nyatanya syukurlah dapat berhasil dengan baik, ” kata Harry.

Hingga saat ini kerja sama polisi Jepang serta Indonesia masih tetap selalu berjalan dengan baik serta bahkan juga Agustus 2017 yang akan datang perpanjangan pertolongan kontrak lima th. s/d th. 2022 juga akan dikerjakan pada ke-2 kepolisian.

Hingga program pertolongan Jepang pada Indonesia lewat tubuh hubungan kerja internasional Jepang (JICA) masih tetap selalu berlanjut.

” Mudah-mudahan saja ke-2 negara Indonesia-Jepang makin manis serta akrab hubungan sesuai sama keinginan Pak Moerdani waktu saya ada di Jakarta dahulu, jadikan Asia stabil dengan jalinan yang baik ini, ” kata Harry.