SHARE

Pekanbaru – Masalah wafatnya Andri Fahmi, tersangka masalah pencurian sepeda motor selesai di tangkap personel Unit Reserse Kriminil Polres Kam‎par karna disangka dianiaya petugas selalu didalami Bagian Profesi serta Pengamanan Polda Riau. Telah delapan anggota Polres disuruhi keterangannya berkaitan kematian tahanan itu.

Bila nanti dapat dibuktikan menganiaya tahanan, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara berjanji akan menyeret anggotanya dengan hukuman berlapis, dari mulai internal sampai diolah dengan pidana.

” Dapat norma profesi serta disiplin. Dapat pula penganiayaan, berlapis juga mereka (polisi), ” kata bekas Kapolda Maluku Utara ini di Pekanbaru, Senin, 10 Juli 2017.

Kapolda menyebutkan prihatin atas wafatnya Andri Fahmi. Tetapi, ia mengingatkan bila sepak terjang tahanan yang wafat itu juga perlu untuk diketahui juga oleh orang-orang. Warga Kampar itu disangka telah beraksi sejumlah 12 kali di beberapa tempat.

” Dia sempat juga buronan serta melarikan diri ke NTB (Nusa Tenggara Barat). Cocok lebaran pulang serta di tangkap, ” kata Zulkarnain.

Disamping itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan hasil kontrol dokter di Tempat tinggal Sakit Bhayangkara Polda Riau atas keadaan tersangka sebelumnya wafat. Pihak rumah sakit mengatakan tahanan itu menderita penyakit komplikasi serta kritis, berbentuk penyakit paru-paru dan menanggung derita tumor.

” Hasil kontrol sesaat demikian, pastinya butuh dikerjakan pendalaman dengan autopsi, ” kata bekas Kapolres Pelalawan ini.

Terlebih dulu, Lukman Hakim (55), paman Andri bercerita, keponakannya itu di tangkap polisi pada Jumat, 30 Juni 2017 kemarin. Keluarga korban tidak diizinkan menjenguk tahanan itu sampai pada akhirnya keluarga diberitahu polisi bila Andri wafat dunia di Tempat tinggal Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

” Terang dianiaya. Kami lihat dirumah sakit, badan keponakan saya itu lebam-lebam. Berwajah memar sisa pukulan, ” kata Lukman.

Lukman begitu menyesalkan kematian keponakannya. Sejauh pengetahuannya, sebelumnya di tangkap serta sepanjang hidupnya, Andri di ketahui tidak mempunyai kisah penyakit yang mencemaskan.

” Sampai kini dia (Andri) sehat walafiat, kerjanya nyangkul di kebun. Tidak ada sempat mengeluh sakit, ini mendadak di tangkap polisi, serta sekian hari lalu segera wafat, ” tutur Lukman.