SHARE

Jakarta – Sekjen PPP Arsul Sani memaparkan hasil pertemuan antar-sekjen parpol untuk mengulas beberapa perjanjian RUU Pemilu. Parpol pendukung pemerintahan disebutnya setuju masalah presidential threshold (PT) 20 %.

” Bila tentang fraksi-fraksi dari partai koalisi pendukung pemerintahan juga telah ada perjanjian, termasuk juga masalah presidential threshold 20 %, ” ucap Arsul lewat pesan singkat, Rabu (12/7/2017).

Dalam pertemuan juga disetujui pengambilan ketentuan memprioritaskan musyawarah. Pertemuan di hadiri oleh 6 parpol koalisi pemerintahan (PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, serta Hanura). Lalu, ke mana PAN?

” Saya tidak paham, namun tidak ada tidak bermakna tak ada komunikasi. Mungkin saja karna jadwalnya dadakan saja, ” papar Arsul.

Saat ini parpol pendukung pemerintahan tinggal berusaha memberikan keyakinan Partai Demokrat serta Gerindra agar setuju dengan angka PT 20 %. PKS, kata Arsul, telah mulai sejak awal saran PT 20 %.

” Gerindra serta PD akan diyakinkan kalau dari pengalaman Pilpres waktu lalu dengan PT 20 % saja presiden yang baru dilantik saja tidak gampang didukung parlemen, terlebih bila ia mulai dengan persentase yang jauh dibawah itu, ” tuturnya..

Seperti di ketahui, hari ini gagasannya Pansus RUU Pemilu juga akan mengadakan rapat internal untuk menyetujui pandangan mini fraksi masalah beberapa gosip krusial. Baru pada hari Kamis (13/7) perjanjian itu di sampaikan pada pemerintah.

Ada juga lima gosip krusial yang juga akan disetujui yaitu :
1. Pengaturan dapil DPR
2. System Pemilu
3. Cara konversi suara
4. Ambang batas capres (presidential threshold)
5. Ambang batas parlemen (parliamentary threshold)

Baca Juga  Asrul Sani: Pansus KPK Segera Terbentuk