SHARE

Gencarnya pengusutan kasus dugaan restitusi pajak Mobile 8 oleh Kejaksaan Agung (kejagung) dinilai tidak bisa dilepaskan dari persoalan dendam politik antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Perindo.

Dari paparan Said Salahudin, pengamat politik Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma), salah satu indikasi yang menguatkan persepsi publik adanya nuansa politis dalam pengusutan kasus mobile 8, karena latar belakang Jaksa Agung HM Prasetyo sebagai kader Partai Nasdem.

“Pengusutan kasus Mobile-8 ini dipersepsikan publik terkait adanya konflik antara dua tokoh ini mengingat jaksa agung berasal dari Nasdem,” ujar Said Salahudin.

Menurutnya, publik sudah mengetahui adanya hubungan tidak harmonis dalam dunia politik antara Hary Tanoesoedibjo dengan Surya Paloh ketika membangun Nasdem. “Konflik itu akhirnya dibaca publik masih berkepanjangan,” ucapnya.

Persepsi ini diperkuat dengan pernyataan anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu dalam kesempatan rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung HM Prasetyo, pekan silam. Masinton yang politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, menegaskan adanya pertarungan antar-geng dalam kasus yang ditangani kejagung.

“Masinton Pasaribu disomasi Nasdem, karena mencoba mengaitkan konflik antara HT (Hary Tanoesoedibjo) dan Paloh. Itu bukan opini Masinton pribadi. Dia mewakil pemilih. Itu sebagai kesimpulan persepsi publik,” tegas Said.