SHARE

Fraksi Partai Demokrat menampik lakukan voting dalam rapat paripurna pengambilan ketentuan RUU Pemilu pada Kamis (20/7/2017) malam.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman, mengungkap fraksinya lihat presidential threshold inkonstitusional. Oleh karena itu, Demokrat mengakui tidak ingin bertanggungjawab berdasar hasil voting dalam rapat paripurna kesempatan ini.

” Memanglah voting meknisme ketentuan demokratis. namun ingat, konstitusionalitas satu etika tidak bisa voting. Oleh karenanya, perkenankan fraksi Partai Demokrat tidak turut ambillah sisi dalam mekanisme voting, ” tutur Benny.

” Hingga kami tidak ingin bertanggungjawab apapun atau ambil sisi dari voting ini karna nantinya tidak mematuhi konstitusi, ” lanjutnya.

Terkecuali Partai Demokrat, fraksi beda yang walk out yaitu Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Amanat Nasional, serta Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Ke-4 partai ini adalah pendukung pilihan paket B yang meliputi presidential threshold 0 %.