SHARE

Jakarta – Menghasilkan rupiah dari hasil karyanya sendiri pasti jadi kebanggaan sendiri untuk Muhammad Fitri Mawardi, mahasiswa Kampus Negeri Semarang (Unnes). Mahasiswa yang saat ini duduk di semester 5 jurusan Seni Rupa memerankan usaha yang seirama dengan jurusan kuliahnya.

Bermula dari keisengannya memakai pita kaset sisa di kamar kosnya, Mawardi demikian ia akrab di panggil dapat menarik mata beberapa ratus bahkan juga beberapa ribu orang atas karya seninya diatas kertas. Melukis dengan pita kaset dikerjakan Mawardi pertama kalinya di 2014 waktu baru masuk ke bangku kuliah.

Ditambah lagi waktu itu ada kaset di kamarnya yang tidak sekali lagi dapat melantunkan lagu untuk isi ruangan kamarnya.

” Saat itu sekali lagi di kosan, tidak berniat iseng ada kaset rusak. Selalu menginginkan cobalah hal baru, pertama buat sketsa dahulu, ” tutur Mawardi waktu terlibat perbincangan, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Sebagian lukisan pita kasetnya yang diberi nama Kaset Koesoet juga diupload ke sosial media Instagram kepunyaannya. Tidak lama berselang masuk banyak tanggapan positif dari pemakai instagram yang bertandang ke profilnya mawardi_95.

Membuat lukisan pita kaset, kata Mawardi, nyaris tidak ada bedanya dengan membuat gambar atau lukisan biasanya. Tetaplah diperlukan goresan sketsa untuk membuat muka tokoh atau seorang yang setelah itu dihiasi dengan tempelan pita kaset diatas gambar.

” Bila telah dapat sketsa kelak dapat rasa-rasanya keluar sendiri, ” tutur Mawardi.

Dalam kerjakan pesanan lukisan pita kaset, Mawardi memakai type kertas concord, argumennya sederhana karna daya serap kertas ini dinilai pas untuk menjadikan satu pita kaset dengan lem.

Mawardi memperoleh material kaset sisa dari kota aslinya, Cirebon, Jawa Barat. Kaset-kaset sisa itu dipesan serta lalu dipakai untuk ‘mewarnai’ lukisannya.

Pemesan sebagai pelanggan setia Mawardi juga datang dari beragam daerah, ia mengatakan nyaris semuanya lokasi di Indonesia sempat pesan lukisan pita kaset bikinannya.

Bahkan juga pernah orang dari Kuala Lumpur, Malaysia tertarik beli lukisan pita kaset buatan Mawardi. Tetapi, karna waktu itu ia bingung kirimnya, pesanan tidak jadi diantar.

” Saat pertama buat John Lennon ada orang Kuala Lumpur kontak saya lewat IG hanya saya bingung langkah kirimnya bagaimana, ” kata Mawardi.

Lukisan pita kaset buatan Mawardi dibanderol dari mulai Rp 350. 000 hingga Rp 1, 5 juta per buah. Besaran harga itu bergantung dari besarnya lukisan yang dipesan.

Umpamanya saja untuk pesanan lukisan pita kaset dengan ukuran kertas A3 dibanderol Rp 350. 000 untuk gambar tokoh, penyanyi, pahlawan, serta orang populer yang lain. Sedang untuk custom dengan ukuran yang sama dihargai Rp 400. 000 hingga Rp 450. 000 per buah.

Pesanan dengan ukuran A3 jadi paling banyak disukai, walau Mawardi pernah melayani pesanan lukisan tokoh dengan ukuran kertas A1 dengan harga Rp 1, 5 juta.

” Tokoh terserah ingin ukuran berapakah. Rp 350. 000 hingga Rp 1, 5 juta untuk yang A1. Kerumitan kita membuatnya lama, ” papar Mawardi.

Mawardi biasanya membatasi pesanan lukisan pita kaset yang datang padanya sekitaran 15-20 lukisan. Argumennya sederhana, karna ia tidak menginginkan maksud belajarnya di Semarang teralihkan karna usaha yang tengah ia rintis.

Mawardi menjanjikan lamanya pesanan ditangani kurun waktu 2 minggu pada pelanggannya. Walau sebenarnya, ia cuma memerlukan saat semalaman bila konsentrasi untuk merampungkan pesanan.

” Saya kasih saatnya dua minggu meskipun akhirnya tidak sepanjang itu soalnya ini kan sembari disambi kuliah. Satu hari juga jadi mungkin saja umumnya saya seringkali buatnya malam, paginya usai, ” terang Mawardi.

Utamakan pelanggan

Dengan pesanan per bln. yang rata-rata menjangkau 20 lukisan, Mawardi mengakui dapat mengantongi omzet sampai RP 10 juta bila ramai pesanan.

” Kisaran Rp 7 juta hingga Rp 10 juta atau Rp 5 hingga Rp 7 juta saja. 20 (lukisan) kaya patokan maksimum banget umumnya saya kurangi 15 bergantung aktivitas sich, ” papar Mawardi.

Uang yang ia peroleh dari hasil jual lukisan pita kaset dipakai untuk penuhi keperluan kuliahnya di jurusan Seni Rupa yang tidak sedikit memerlukan perlengkapan. Beberapa bekasnya juga diberi pada orang tuanya di Cirebon.

Tetapi, untuk cost kuliahnya per semester yang menjangkau Rp 4, 5 juta, ia mengakui sang bapak masih tetap berkemauan untuk membiayainya.

” Ayah saya katakan itu masih tetap tanggung jawabnya. Dia tidak ingin tanggung jawabnya diusik, ” papar Mawardi.

Ia juga berpesan pada beberapa pebisnis layanan yang lain untuk berlaku jujur serta memprioritaskan pelanggan. Kesempurnaan pelaksanaan mesti diprioritaskan hingga pelanggan tidak kecewa terima pesanannya kurang bagus.

” Jadi kwalitas karya yang di buat mesti betul-betul bagus. Bila ada cacat mending diulang atau cancel sekalian bila tidak dapat, ” tutup Mawardi.

Bila anda tertarik, dapat lihat jejeran karya Mawardi di Instagram @mawardi_95 atau menghubungi lewat Line mawardifitri.