SHARE

BANDUNG- Pengamat sepak bola Indonesia Rayana Djakasurya heran dengan fenomena sulitnya tim-tim Liga 1 Indonesia untuk memperoleh kemenangan pada partai tandang. Rayana mencurigai, langkah penyusunan wasit di Liga Indonesia masih tetap lewat cara lama, yaitu di akomodasi oleh tim tuan-rumah hingga keberimbangan wasit dengan psikologis jadi berat samping.

” Persisnya saat ini saya kurang tahu. Mesti ada penyelidikan apakah wasit itu datang memimpin pertandingan dibiayai oleh tuan-rumah. Bila memanglah sesuai sama itu juga akan satu kesusahan untuk sepak bola Indonesia, ” kata Rayana, pada Republika. co. id, Senin (10/7).

Rayana merekomendasikan agar PSSI mengatur system perwasitan di Indonesia untuk memajukan sepak bola tanah air. Sepak bola, kata Rayana, bisa maju bila dapat menjunjung tinggi fair play. Ia memperbandingkan dengan persepakbolaan maju di Eropa, asosisasi wasit miliki kemampuan keuangan yang bagus hingga susah untuk diiming-imingi pihak club.

Terkecuali ketentuan wasit yang cenderung berpihak pada tuan-rumah, Rayana mengatakan dari semuanya beberapa club kontestan Liga 1, belumlah ada satupun tim yang memerlihatkan jaminan kwalitas jadi tim besar. Tim besar, menurut pengamat yang sempat menetap di Italia ini, yaitu tim yang bisa melahap semuanya pertandingan dengan kemenangan, tidak perduli main di kandang sendiri ataupun di kandang lawan.

Sekarang ini pimpinan klassemen sesaat diduduki PSM Makassar. Di bawahnya ada Madura United di posisi dua serta Persipura Jayapura di tempat tiga. Rayana lihat tim-tim papan atas Liga 1 ini semakin banyak memperoleh kemenangan di kandang sendiri. Nyaris di tiap-tiap pertandingan tandang mereka keok serta hasil paling baik semakin banyak cuma imbang.

Juara bertahan Persib Bandung yang royal beli pemain bintang pada jendela transfer juga alami fenomena yang sama. Persib selama ini tidak terkalahkan di kandang. Tetapi untuk partai tandang, Persib baru mencatatkan satu kemenangan, dua imbang serta empat kekalahan.

Baca Juga  Pengamat: Kredibilitas Wasit Lokal Liga 1 Memprihatinkan

Rayana memiliki pendapat, untuk membuat tim besar yang tidak perduli main di kandang atau tandang mesti bisa menyesuaikan pemain berkwalitas dengan pelatih yang miliki jaminan bermental juara. ” Selama ini belumlah ada tim-tim yang miliki kualitas jadi tim besar. Sesudah menang memberikan keyakinan di kandang, di kandang lawan kalah sekali lagi. “