SHARE

Utusan Qatar untuk Gaza menyebutkan, Doha memiliki komitmen mendanai sebagian project di daerah kantung Palestina yang dikuasai Hamas.

Prinsip itu tetaplah digerakkan walau Qatar tengah memperoleh desakan dari Arab Saudi serta sekutunya, yang menuduhnya itu mensupport ekstremisme.

Kantor berita Perancis, AFP, Rabu (12/7/2017), memberikan laporan, untusan Qatar itu bicara di samping seseorang petinggi tinggi PBB Mohammed al Amadi.

Menurutnya, Qatar selalu mendanai sebagian project di Gaza lepas dari sangsi oleh Arab Saudi serta sekutunya dalam sebagian minggu paling akhir.

” Kami datang untuk menanggung Anda kalau kami berdiri serta selalu berdiri dengan warga Palestina yang terkepung serta kami juga akan meneruskan sistem rekonstruksi, ” kata utusan Qatar itu dalam satu konferensi pers di Gaza City, Selasa (11/7/2017).

” Kebijakan Qatar yaitu untuk mensupport rakyat serta pemerintahan resmi. Kami tidak mensupport Hamas, kami mensupport Hamas jadi sisi dari rakyat Palestina, ” tuturnya.
Pada 5 Juni, Arab Saudi serta sekutunya mengambil keputusan semua jalinan diplomatik dengan Qatar, menuduh negara kaya gas itu mendanai grup ” ekstremis “, termasuk juga Hamas.

Pergerakan Islam Hamas telah kuasai Gaza mulai sejak 2007, namun masih tetap dipandang jadi grup teroris oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa serta Israel.

Pemerintah resmi Palestina berbasiskan di lokasi Pinggir Barat yang dikuasai Israel serta di pimpin oleh lawan Hamas, Fatah.

Qatar menjanjikan satu miliar dolar AS untuk menolong rekonstruksi Gaza sesudah perang 2014 dengan Israel.

Nickolay Mladenov, utusan PBB untuk Timur Tengah, berterima kasih pada Qatar untuk ” prinsip yang diperlihatkan sepanjang bertahun-tahun untuk menolong rakyat Gaza. “