SHARE

DOHA — Qatar merencanakan untuk menolong warga negara serta perusahaan memperoleh kompensasi atas kerugian karena ‘blokade’ oleh negara tetangga. Bahkan juga, Qatar sudah membuat satu komite spesial untuk memperjuangkan kompensasi itu.

Negara Teluk kecil ini pada Ahad (9/7) menginformasikan pembentukan satu komite spesial sebagai tempat beberapa individu serta perusahaan memajukan klaim atas kerugian. Menurut Kementerian Kehakiman Qatar, komite itu juga akan menolong dengan hukum mengajukan tuntutan itu.

” Kami percaya kalau pengacara Qatar bisa membela warga Qatar lewat prosedur hukum yang pas, ” tutur kementerian itu lewat akun Twitter.

Ditulis dari CNN, beberapa ribu individu serta sebagian perusahaan sudah terima kerugian besar mulai sejak Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain serta Mesir mengambil keputusan jalinan diplomatik serta mematikan semuanya transportasi dengan Qatar. Empat negara itu menuduh Qatar mendestabilisasi Timur Tengah dengan mendanai terorisme di lokasi itu. Walau klaim ini selekasnya dibantah pemerintah Qatar.

Negara-negara itu berupaya ambil konsesi dari Qatar jadi imbalan atas pemulihan jalinan diplomatik serta ekonomi. Tuntutan itu meliputi penutupan jaringan media Al Jazeera yang didanai pemerintah, kurangi jalinan diplomatik dengan Iran serta hentikan pembangunan satu pangkalan militer Turki di Qatar.

Minggu lantas, ke-4 negara itu megatakan kalau mereka selalu lakukan boikot sesudah tenggat saat supaya Qatar mematuhi tuntutan mereka. Menteri Luar Negeri Qatar menyebutkan, negaranya akan tidak mematuhi tuntutan apa pun yang dipandang tidak mematuhi hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson tempo hari (10/7) tiba di Kuwait untuk menolong mengatasi perselisihan yang berlangsung. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga lakukan perjalanan ke lokasi itu minggu lantas serta berjumpa dengan petinggi senior dari Arab Saudi, Kuwait serta Qatar,

Baca Juga  Menlu AS Tinggalkan Teluk tanpa Ada Kemajuan Soal Qatar

Disamping itu, Qatar sudah ambil sebagian langkah untuk melindungi perekonomian negaranya yang bahkan juga diklaim Menteri Keuangan Qatar negaranya cukup kuat untuk bangkit kembali. Negara ini merencanakan tingkatkan produksi gas alam yang disebut satu diantara pilar ekonominya sebesar 20 %.