SHARE

JAKARTA -‎ ‎Kementerian Keuangan menerangkan utang pemerintah sekarang ini masih tetap termasuk aman serta rendah dibanding negara-negara yang lain.

Kepala Tubuh Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazar‎ menyebutkan, rasio utang pemerintah sekarang ini 28 % pada product domestik bruto (PDB), di mana dalam undang-undang diijinkan utang sampai 60 % dari PDB.

” Utang 28 % dari PDB, aman atau tidak, ketinggian atau kerendahan. Memandangnya cara-cara, dibanding dengan ketetapan undang-undang mengambil keputusan rasio 60 % dari PDB, rasio 28 % masih tetap cukup jauh, ” papar Suahazil di gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Lalu, kata Suahazil, rasio utang pemerintah bila dibanding negara-negara yang lain yang mempunyai utang seperti Malaysia, Thailand, Jepang, Amerika Serikat, termasuk kecil.

” ‎Malaysia itu 40 % dari PDB, Thailand 50 %, Jepang bahkan juga 200 %, Amerika Serikat 100 % dari PDB. Jadi Indonesia 28 % masih tetap begitu aman serta dapat dikendalikan, ” tutur Suahazil.

‎Menurut Suahazil, bila utang dipakai untuk aktivitas produktif seperti membuat infrastruktur di beberapa daerah serta mensupport perlindungan sosial, jadi juga akan beresiko positif ke perekonomian.

” Utang untuk bangun infrastruktur, membuat (pendapatan) orang-orang dapat tumbuh selalu, hingga pendapatannya PDB naik selalu, dari PDB itu ada penerimaan pemerintah serta digunakan untuk bayar utang, ” katanya.

Selanjutnya dia menyebutkan, pemerintah dalam menggerakkan APBN jadi sifatnya defisit dalam arti mendorong pengeluaran yang lebih tinggi dari penerimaan, di mana untuk tutup defisit itu satu diantaranya lewat utang.

” Kami lakukan (utang) lewat cara cermat, ditata agar utang tidaklah terlalu besar, ” ucapnya.

Terdaftar, utang pemerintah sampai akhir Maret 2017 sebesar Rp 3. 649, 75 triliun, naik Rp 60, 63 triliun di banding tempat akhir Februari 2017 sejumlah Rp 3. 589, 12 triliun.