SHARE

SOREANG — Beberapa ribu pekerja di satu diantara perusahaan, Panasia Group, Panafil di Kabupaten Bandung juga akan dirumahkan. Bahkan juga, keadaan itu berlangsung juga di perusahaan-perusahaan yang lain di Kabupaten Bandung yang merencanakan merumahkan beberapa karyawannya.

Ketua Serikat Pekerja Semua Indonesia (SPSI), Kabupaten Bandung Uben Yunara membetulkan mengenai info itu. Bahkan juga, tuturnya info sekitar perusahaan yang juga akan merumahkan karyawan bukan sekedar menerpa beberapa ratus orang walau demikian menjangkau beberapa ribu orang.

” Bukanlah Pemutusan Jalinan Kerja (PHK), namun baru dirumahkan, lebih kurang ada beberapa ribu orang, namun kita sekali lagi membuat usaha agar tidak berlangsung PHK, ” katanya, Jumat (21/7).

Ia menjelaskan, belum juga dapat meyakinkan argumen perusahaan yang merumahkan beberapa ribu pekerja itu. Apakah karena karna keadaan perekonomian atau aspek yang beda. Tetapi, pihaknya juga akan menghindar supaya tidak berlangsung PHK besar-besaran di Kabupaten Bandung.

” PHK besar tidak cuma Panasia namun di pabrik yang lain tetapi yang masuk (info) ke kita baru Panasia, ” katanya. Menurutnya, SPSI juga akan memohon klarifikasi dari perusahaan serta berupaya melobby supaya tidak berlangsung PHK.

Pihaknya juga akan menerjunkan tim monitoring menanggapi gosip berkaitan PHK besar-besaran di Kabupaten Bandung. Sebab, PHK tuturnya semula dari kesengsaraan beberapa buruh.

Kepala Dinas Tenaga Kerja serta Transmigrasi (Kadisnaker), Kabupaten Bandung, Rukmana mengakui memperoleh gosip bila sekarang ini perusahaan Panasia Group tengah jalan tidak bagus. Tetapi, sampai sekarang ini berkaitan info merumahkan karyawan pihaknya belum juga terima laporan resmi.

” Saya belum juga bisa data resmi masalah laporan PHK. Semestinya perusahaan harus lapor 30 hari terlebih dulu. Bila bebrapa gosip ada, Panasia saat ini sekali lagi tidak bagus serta ada PHK tuturnya, ” tuturnya. Dianya mengakui PHK adalah kewenangan entrepreneur. Tetapi, pihaknya juga akan meyakinkan supaya hak-hak pekerja tercukupi.