SHARE

Pakar Hukum Pidana Romli Atmasasmita mengungkap temuan aliran dana dari asing ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lalu dihibahkan pada Indonesia Corruption Watch (ICW).

Hal tersebut disibakkan Pakar Hukum Pidana Romli Atmasasmita dalam rapat dengan panitia spesial hak angket KPK, Selasa (11/7/2017).

” Kami buka semuanya, dana-dana hibah dari 54 donor asing. Penerimaan dana tidak terikat dalam negeri, keseluruhan Rp 96 miliar. Di situ saya berfikir Rp 96 miliar ada dana-dana donor asing non-government organization plus dari bebrapa instansi dibawah PBB, ” tutur Romli di Kompleks Parlemen, Selasa.

Info juga diperoleh Romli dari bekas pelaksana pekerjaan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Mendekati selesainya waktu jabatan, Ruki ditagih donor itu.

” Sesudah ditagih donor, saya panggil sekjen (KPK) minta pertanggungjawaban dasarnya apa? MoU. Ada MoU KPK dengan donor. Uangnya ke mana? Segera ke rekening ICW, ” kata Romli menirukan pernyataan Ruki.

Romli memberikan, ada juga pos biaya di KPK untuk jaringan komune anti-korupsi. Ia juga heran kenapa Komisi III DPR jadi partner kerja KPK dapat menyepakati biaya itu.

” Ini mengakibatkan perseteruan kebutuhan. Bagaimana instansi yang mengawasi instansi pemberantasan korupsi namun dia memeroleh dana dari instansi yang dipantau? ” katanya.

” Ini masalah kita. Perseteruan kebutuhan. Hingga ketika instansi itu lakukan satu kesalahan, dia (LSM) akan tidak mengkritik, tentu. Dia juga akan mem-back up seutuhnya. Ini yang berlangsung serta ini yg tidak sehat, ” sambung Romli.

Ia juga menyarankan pansus untuk menyebut ICW untuk mengklarifikasi temuan itu. Komunitas pansus, menurut dia, yaitu yang paling pas daripada beberapa komunitas yang lain, terlebih di media sosial.

” Saya sangka butuh juga ICW di panggil kesini. Untuk mengklarifikasi agar jelas serta terbuka. Disini tempatnya untuk bicara benar. Tolong ICW di panggil, di tanya uang sejumlah itu untuk apa, ” kata Romli.