SHARE

Jakarta – Terdakwa e-KTP Sugiharto mengakui menyesal sudah terima beberapa uang berkaitan project e-KTP. Di ujung nota pembelaannya, bekas Direktur Pengelola Info Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil itu menangis waktu mohon maaf pada keluarga.

” Terima kasih atas support moril yang didapatkan oleh keluarga saya, terlebih istri serta anak-anak saya. Saya memohon maaf, karna saya yang lakukan, namun keluarga mesti memikul malu, ” tutur Irman waktu membacakan pleidoi pribadi, ” tutur Sugiharto waktu membacakan pleidoi di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Sugiharto memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya. Ia mengemukakan sampai kini sudah memberi info yang sesungguhnya di pengadilan.

” Dengan penuh kesadaran serta penyesalan mendalam, saya mengemukakan permintaan pada majelis hakim. Semuanya ketentuan berbentuk apapun juga akan saya terima dengan lega dada, ” tutur Sugiharto.

Sugiharto dituntut 5 th. penjara oleh jaksa penuntut umum. Berdasar pada kenyataan di persidangan, menurut jaksa, Sugiharto dapat dibuktikan terima uang USD 450 ribu serta Rp 460 juta.

Uang itu Sugiharto karna lakukan penyalahgunaan wewenang dengan tempat jadi petinggi Kemendagri. Termasuk juga mengarahkan pemenangan lelang project e-KTP sejumlah Rp 5, 9 triliun yang pada akhirnya dimenangi Konsorsium PNRI.

Karena tindakannya, Sugiharto dipercaya tidak mematuhi Pasal 3 UU Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga  Tiga Alasan Kasus e-KTP Bermasalah Sejak Awal