SHARE

JAKARTA — Orang yang ada di kutub berlebihan punya potensi jadi korban perundungan. Psikolog Reza Indragiri menyebutkan untuk menghindar perundungan itu alur fikir orang-orang butuh dirubah serta dibuatkan sangsi pidana pada aktornya.

” Beberapa orang yang ada di kutub berlebihan, seperti sangat pandai, sangat bodoh, sangat cantik, sangat buruk, atau orang dengan keadaan disabilitas. Baik itu dengan fisik ataupun mental, ” tutur Reza, diambil Jumat (21/7).

Reza menerangkan, untuk kurangi aksi perundungan itu, mesti dikerjakan lewat perubahan langkah berfikir. Kita mesti berfikir, pada intinya tiap-tiap orang itu setara. Hingga tidak sepatutnya mengeksploitasi kekurangan orang yang lain jadi langkah untuk ‘mengungkit’ keunggulan kita sendiri.

” Bila dalam Islam sangatlah terang ya, Allah SWT tidak lihat penampilah fisik, kekayaan, serta yang lain terkecuali derajat ketakwaannya. Benar kan? Jadi ada pada ukuran alur fikir, ” terang dia.

Tetapi, lanjut Reza, untuk merubah alur fikir itu juga akan menelan saat yang cukup lama. Oleh karenanya, dari pada bergelut pada perubahan alur fikir Reza merekomendasikan untuk membuat ketentuan mengenai sangsi pidana pada beberapa aktor perundungan.

Ia menyebutkan, ketentuan sesuai sama itu dapat pula diaplikasikan di organisasi seperti sekolah serta universitas. Organisasi-organisasi sesuai sama itu dapat pula membuat ketentuan mainnya sendiri untuk mengatur tingkah laku perundungan itu.

” Dasarnya yaitu merubah alur fikir itu lama. Namun, memaksa orang untuk merubah tingkah laku seperti apa yang kita kehendaki itu cepat. Karenanya dibutuhkan ketentuan main yang mengatur apakah seorang memperoleh reward atau punishment berbentuk sangsi, ” ungkap Reza.

Baca Juga  Kampus Harus Tegas ke Pelaku Perundungan