SHARE

Canberra – Sensus 2016 tunjukkan warga Australia sekarang ini kurang religius di banding terlebih dulu. Tetapi ada satu agama yang tetaplah menjaga popularitasnya, dengan bermacam perayaan di gelar di semua Australia, akhir minggu tempo hari (8-9/07/2017).

Dalam sensus itu dilaporkan jumlah warga Australia yg tidak mempunyai agama bertambah dari 13 % pada th. 1991 jadi 30 % pada th. 2016. Dengan jumlah penganut Kristen turun dari 74 % jadi 52 %.

Pada 1991 serta 2016, penganut Hindu bertambah dari 0, 3 % jadi 1, 9 %, Buddha bertambah dari 0, 8 % jadi 2, 4 %, serta pemeluk agama Islam naik dari 0, 9 % jadi 2, 6 %.

Tetapi, sebagian umat Buddha yakin persentase mereka dapat lebih tinggi karna meningkatnya jumlah orang Australia yang mengaplikasikan ajaran Buddha walau tidak dengan resmi menganutnya.

Pairoj Brahma, seseorang bekas biksu Buddha dari Thailand, saat ini tinggal di satu peternakan dekat Mullumbimby di New South Wales utara. Disini ia mengajarkan meditasi pada beberapa orang yang mempraktikkan ajaran Buddha, walau tidak mengatakan diri mereka religius.

” Ajaran Buddha berkembang cepat di Australia karna ajaran dasarnya yang dipandang pas untuk pemikiran logis serta intelektual, ” tuturnya.

” Anda bisa berlatih melakukan kehidupan keseharian tanpa ada mesti mengatakan diri Anda seseorang Buddha dengan resmi. ”

– Pairoj Brahmna, bekas biksu Buddha.

” Ini mengenai sebab serta karena, bukanlah beberapa hal yang berlangsung demikian saja, ini masalah keterikatan serta bagaimana semua suatu hal sama-sama terkait keduanya. ”

Pairoj menyebutkan ajaran Buddhisme tidaklah satu agama yang pas untuk semuanya, seperti yang diperlihatkan pada beragam perayaan yang diadakan sepanjang sekian hari.

Baca Juga  Kursi Dewan HAM PBB Kemungkinan Besar Didapatkan Australia

Banyak anggota komune Buddha Theravada di semua Australia, terlebih mereka yang mempunyai koneksi ke Thailand, Kamboja serta Laos, memperingati khutbah pertama Buddha akhir minggu lantas (8/07/2017) dalam perayaan dengan nama yang berlainan, termasuk juga Asalha Puja atau Hari Dharma.

Pairoj menyebutkan ia pilih tidak untuk berperan serta dalam perayaan Buddha.

” Sekarang ini beberapa orang nampaknya ikuti kebiasaan serta budaya serta ritual demikian saja dengan buta, tanpa ada penyelidikan serta pertanyaan, yang disebut kebalikan dari ajaran Sang Buddha, ” tuturnya.

” Bila upacara perayaan mempunyai arti spesifik untuk membuat konteks serta maksud, dan kita ketahui logika di baliknya, tidak apa-apa. ”

Hari Dharma arena berkumpul untuk warga Thailand
Biksu Budha Phramaha Weraphong Ritchumnong mengadakan perayaan Hari Dharma, hari Minggu (09/07) di komune pedesaan Richmond Hill, dekat Lismore di New South Wales utara.

Ia menyebutkan komune Buddha asal Thailand berkumpul untuk makan, bernyanyi serta bermeditasi, sembari menandai khotbah pertama Sang Buddha yang berkaitan dengan asal mula serta akhir dari penderitaan.

” Ini yaitu hari yang perlu karna ini yaitu inti dari rencana ajaran Buddha, tentang sebab serta karena, ” tuturnya.

Phramaha menyebutkan kalau ajaran Buddha sudah memberikannya panduan sesudah orang tuanya wafat waktu ia berumur sembilan th., tetapi ia yakin beberapa orang di negara barat tertarik Buddha karna ide masalah perdamaiannya.

” Jadi seseorang biksu serta tidak mempunyai keterikatan dengan dunia berikan keberuntungan, karna saya tidak mempunyai apa-apa, ” tuturnya.

” Saat saya belajar lebih dalam ajaran Buddha, saya menemukannya begitu damai didalam diri, waktu kita tidak menyakiti sendiri, kita akan tidak menyakiti beberapa orang di sekitar. ”

Baca Juga  Dari Warung Kopi, Imam Muda Australia Tangkal Islamofobia

Pengungsi merayakan lagi th. Dalai Lama
Di kota Hunter Valley, Newcastle, komune kecil Buddha asal Tibet yang selalu berkembang, rayakan lagi th. Dalai Lama ke-82 Dalai Lama, akhir minggu kemarin.

Bekas biksu Yeshi Sangpo, bersama istrinya Pema Tso, serta anak perempuan mereka yang berumur 17 th., Yangkyi Sangpo, yaitu pengungsi asal Tibet yang keluar dari tanah air mereka sesudah Yeshi melarikan diri dari satu pusat penahanan, lalu membuatnya ditahan oleh Polisi China.

Yangkyi menyebutkan perayaan di akhir minggu lantas menolong menjaga jalinan beberapa orang Tibet dengan agama serta budaya mereka.

” Ini yaitu suatu hal yang begitu kami banggakan, ” tuturnya.

” Ini tidaklah masalah doa serta masalah pribadi, tetapi mengenai bagaimana kita memperlakukan orang yang lain, mengenai bagaimana Anda mengatur fikiran Anda. ”

Yeshi serta Pema bekerja jadi perawat lansia, sesaat Yangki mengharapkan dapat jadi pakar jantung.

” Anda berlaku baik pada beberapa orang serta berbelas kasihan pada beberapa orang, itulah yang menginginkan kami kerjakan sehari-hari, ” kata Yangki.

” Jadi seseorang pengikut Buddha, yang kita mesti kerjakan yaitu membantu siapapun. Tidak perduli siapa mereka, kita relatif menolong mereka. ”

Rayakan penuh kasih
Di lokasi Illawarra di New South Wales, umat Buddha membuat upacara hari Minggu (9/07/2017) untuk menandai pencerahan dari ajaran Guanyin Bodhisattva.

Pendeta Maio You, direktur Kuil Nan Tien di Wollongong, menyebutkan kalau Guanyin Bodhisattva yaitu tokoh ikon yang dimaksud ” penyayang “.

” Guanyin yaitu makhluk tercerahkan yang mendengar nada atau jeritan rakyat, ” tuturnya.

” Tanpa ada Guanyn, tangisan umat Buddha tidak juga akan sempat terdengar serta penderitaan mereka tidak juga akan terbebaskan. ”

Baca Juga  Pengunjung Taman Hiburan Dreamworld Turun 30 Persen Pasca Insiden

” Ini yaitu hari yang perlu untuk umat Budha. ”

Kuil Nan Tien yaitu kuil tempat untuk Guanyin Bodhisattva, dengan perayaan dikerjakan hari Minggu.