SHARE

Warga Yogyakarta jadi korban tindakan kekerasan waktu mobil Grand Livina warna ungu yang ditumpanginya melintas di perempatan Kartasura, Sukoharjo, Minggu (9/7/2017) awal hari.

Korban berinisial BD mengakui, dianya mendengar massa tidak di kenal berteriak serta mengancamnya karna mobilnya berplat AB lantas melempari mobilnya dengan batu. Mengakibatkan, kaca pintu samping kanan serta kiri hancur, cuma tersisa kaca sisi depan serta belakang.

” Saya dengan keluarga, istri serta anak perempuan saya tengah perjalanan pulang dari Tulungagung ke Jogja. Cocok melewati di lampu merah Kartasura, sekumpulan orang berteriak teriak mengatakan pelat AB sembari melempar batu ke arah mobil saya. Saya cemas serta tidak menganggap orang orang itu segera menyerang mobil saya. Istri saya serta anak saya yang masih tetap berusia 11 th. teriak serta ketakutan. Saya fikir telah lolos, nyatanya di lampu merah selanjutnya, telah ada massa yang menanti serta menyerang sekali lagi, ” kata BD, Senin (10/7/2017).

BD memberikan, sesudah serangan ke-2, dianya coba mencari pos polisi untuk mencari pertolongan. Tidak selekasnya berjumpa dengan petugas, BD juga pada akhirnya bersembunyi di SPBU Tempel, Gatak, Sukoharjo.

” Saya telah ketakutan serta mencari pos polisi namun tidak ketemu. Pada akhirnya saya berhenti di SPBU saja hingga hari Minggu siang. Saudara dari Jogja pada akhirnya menjemput kami sekeluarga serta pergi ke Kantor Polisi Bidang Kartasura, ” kata BD, warga Minomartani, Sleman, DIY.

Karena tindakan kekerasan massa itu, puteri BD alami luka karna lemparan batu dibagian kepala, isterinya terserang pecahan kaca serta BD sendiri alami luka dibagian punggung.

” Waktu itu bukan sekedar mobil saya, saya pernah saksikan satu truk juga dibuangi batu, ” kata BD.

Dia mengharapkan, momen itu tidak terulang kembali serta petugas keamanan dapat memberi rasa aman pada warga dari luar kota waktu melintas di Kartasura.

Disamping itu, pihak kepolisian Polsek Kartasura membetulkan ada momen itu.

” Yang berkaitan jadi korban salah tujuan dari sekumpulan supporter, imbas dari kompetisi bola. Kami telah terima info itu serta kita tingkatkan patroli serta pengamanan di sebagian titik. Terutama waktu ada supporter bola yang melintas di lokasi Kartasura, ” kata AKP Demianus Palulungan, Kapolsek Kartasura, Senin (10/7/2017).

Terlebih dulu, kompetisi sepakbola pada Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS Semarang) serta Persatuan Sepak Bola Indonesia Surakarta (Persis Solo) di gelar di Stadion Manahan, Solo, Kamis (6/7/2017).