SHARE

Pemerintah lewat Kementerian Rencana Pembangunan Nasional/Tubuh Rencana Pembangunan Nasional selalu lakukan kajian perpindahan ibu kota negara Indonesia, yang sekarang ini ada di DKI Jakarta.

Bila betul-betul dipindahkan nantinya, juga akan jadi seperti apa kota Jakarta kita?

Ketua Umum Ikatan Pakar Rencana (IAP) Indonesia Bernardus Djonoputro menyebutkan, akan tidak banyak perubahan yang berlangsung pada kota yang dahulu berjuluk Batavia ini.

” Jadi, Jakarta juga akan jadi kota usaha yang lebih kuat. Tak ada yang beralih dari bagian perekonomian, ” kata Bernardus pada Kompas. com, Minggu (9/7/2017).

Selanjutnya Bernardus menyebutkan, tantangan lingkungan juga akan tetaplah jadi problem yang perlu dihadapi megapolitan ini.

” Polusi, penurunan tanah. Jadi, Jakarta mesti tetaplah deal dengan problemnya saat ini, ada atau tak ada ibu kota di Jakarta, ” ucap dia.

Dengan hal tersebut, kata Bernadus, yang butuh dikerjakan tetaplah sama, pemerintah kota Jakarta tetaplah mesti pikirkan hentikan penurunan air tanah, membuat tempat tinggal yang efisien dengan integrasi moda transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD), dsb.

Terlebih dulu, Tubuh Rencana Pembangunan Nasional (Bappenas) diberitakan tengah membahas gagasan perpindahan ibu kota. Dua hal paling utama yang dikaji yaitu keseluruhan keperluan pembiayaan serta skema pembiayaannya.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan, pemerintah menginginkan seminimal mungkin saja memakai biaya pendapatan berbelanja negara (APBN) dalam gagasan perpindahan ibu kota ini. Dengan hal tersebut, pemerintah juga akan mendorong bidang swasta dalam pendanaan gagasan ini.

” Kami tengah susun skemanya. Pokoknya skemanya kerja sama pemerintah dengan tubuh usaha, ” kata Bambang, di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Didalam skema pembiayaan itu akan ditata tentang skema kepemilikan tempat. Pemerintah tengah mencari tempat ibu kota baru yang kepemilikan tanahnya ada di pemerintah.