SHARE

Kejadiannya memang sudah berlalu beberapa hari, namun sakitnya mungkin masih terasa di sini, seperti syair sebuah lagu.

Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo yang mengindentifikasikan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai banci terus menuai kecaman. Maka, Agus Rahardjo pun siap-siap menerima akibatnya.

Ketua Umum Laskar Muda Hanura (Lasmura), Dr Muhamad Guntur, bersiap melaporkan Agus Rahardjo ke Bareskrim Polri dengan tuduhan melakukan penghinaan kepada OSO, pimpinan tertinggi Partai Hanura, induk mereka.

gugukik
Agus Rahardjo

Seperti sudah tersebar luas, Agus Rahardjo dalam sebuah diskusi mengatakan rangkap jabatan yang dipegang OSO menunjukkan posisinya di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seperti berkelamin ganda, karena sebagai perwakilan daerah masih tercampur unsur dari partai politik.

Agus Rahardjo mengibaratkan keberadaan OSO yang selayaknya banci, merujuk pada eksistensi DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang ada unsur dari partainya, yang dalam hal ini adalah Hanura.

Agus Rahardjo terkesan dengan sengaja menyerang OSO, yang kini merangkap tiga jabatan, yakni sebagai Wakil Ketua MPR, Ketua Umum Partai Hanura, dan kini Ketua DPD.

Agus Rahardjo menyebut seharusnya keanggotaan DPD bersih dari partai, mengingat cita-cita dibentuknya DPD itu untuk mengakomodir perwakilan dari masing-masing daerah di Indonesia. Menurut dia, keterwakilan daerah dan partai harus dipisahkan.

Merespon serangan Agus Rahardjo kepada OSO itu, Dr. Muhamad Guntur meminta Ketua KPK menarik pernyataan yang dianggap menghina OSO itu. Jika tidak, Lasmura akan melaporkan dia ke Bareskrim atas tuduhan penghinaan dan  pencemaran nama baik.

Bilamana Ketua KPK tidak menarik kata berkelamin ganda dan banci, maka laskar muda akan melaporkan Ketua KPK ke Bareskrim Mabes Polri, ancam Guntur.

guntur
Ketua Umum Laskar Muda Hanura (Lasmura), Dr Muhamad Guntur

Guntur mengingatkan Ketua KPK untuk tidak berbicara tentang politik yang dia tidak mengerti. Sementara,  KPK sendiri saat ini kerjanya stagnan. Dia menilai KPK sekarang hanya mengejar kasus-kasus kecil yang kesannya untuk pencitraan.

Baca Juga  Ini Balas Dendam KPK Atas Rencana Revisi UU KPK: Cekal Setya Novanto

KPK tidak berani menyentuh pemain-pemain kakap yang jelas-jelas sudah banyak bukti tetapi tidak dilanjuti, seperti kasus BLBI, Sumber Waras, kasus reklamasi dan eKTP yang masih jalan di tempat, begitu statemen Guntur.

Soal kebingungan Ketua KPK terkait banyaknya politisi yang masuk DPD, Guntur mengatakan Agus tidak usah bingung, tetapi “rajin-rajinlah membaca”.

Kalau ketua KPK bingung suruh baca tafsir soal DPD di Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) saja. Kalau MK tidak memasalahkan ketua DPD RI dari Parpol, kenapa ketua KPK memasalahkan? Itu berarti ketua KPK berpolitik, Guntur mengecam.