SHARE

Ada beberapa faktor yang membuat Gamawan Fauzi layak ditempatkan di peringkat teratas dalam daftar tersangka baru yang akan ditetapkan oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP di kurun waktu 2011-2012.

Faktor yang paling mematikan adalah, Gamawan Fauzi yang  pertama kali mengusulkan proyek e-KTP dibiayai negara.

Ini tidak main-main. Faktanya sangat vital. Dari keterangan Irene Putrie, salah satu jaksa penuntut umum KPK di kasus ini, mereka punya dokumennya.

“Dari dokumen yang kami miliki, surat pertama dari Kemendagri itu dari Gamawan (waktu itu Mendagri) ke Menkeu bahwa (pembiayaan) diubah dari hibah luar negeri menjadi anggaran APBN murni,” kata Irene.

ireneputrikpk

Irene Putrie

Sekadar mengingatkan, Irene sudah menyampaikan hal itu kepada wartawan saat jeda sidang kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3). Di sidang itu, Gamawan memberikan keterangan sebagai saksi kasus e-KTP.

Menurut Irene, permintaan Gamawan itu dibahas di Rapat Kerja Komisi II DPR. “Kemudian DPR menyetujui itu dari hibah menjadi APBN murni,” ujar dia.

Selain soal pembiayaan APBN murni, yang menjadi fokus tim jaksa adalah soal pengubahan skema pembiayaan menjadi tahun jamak. “Yang kedua, tadi soal (kontrak) multiyears yang diusulkan, kemudian perubahan rencana (pembiayaan proyek) dari dua tahun menjadi tiga tahun,” ujar Irene.

Berdasarkan bukti yang sudah dihimpun tim jaksa ini sangat mungkin akan ada tersangka bau dalam kasus ini, setelah Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus atau Andi Narogong.

Ihwal segera adanya tersangka keempat tersebut juga diisyaratkan oleh KPK. Bahkan, wakil ketua KPK Basaria Pandjaitan secara spesifik sudah menyebutkan latar-belakang dari tersangka baru tersebut.

panja

Basaria Pandjaiatan

Namun, pernyataan Basaria Panjaitan mengenai tersangka baru yang mengarah pada anggota DPR dipertanyakan banyak pihak. KPK mestinya fokus untuk lebih mendalami keterang

an para saksi, dan tidak buru-buru mengeluarkan statemen yang terkesan membuat suasana semakin tidak menentu.

Basaria mengisyaratkan kemungkinan tersangka baru tersebut dari kalangan yang belum tersentuh.

Seperti diketahui, dari tiga tersangka, Irman dan Sugiharto berasal dari unsur pemerintah, sedangkan Andi Narogong dari elemen swasta atau pengusaha.

Merujuk dari pernyataan Basaria Pandjaitan, yang dibidik sebagai tersangka baru sepertinya dari unsur anggota dewan.

KPK tak boleh sembarangan dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka. Mereka perlu waktu, mendalami dulu semua fakta yang diperoleh, menghimpun berbagai keterangan yang dibutuhkan dalam proses persidangan yang tengah berjalan.

Baca Juga  Gamawan Fauzi Sebut Agus Rahardjo Terlibat Kasus Korupsi e-KTP