SHARE

Jakarta – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsoeddin (MS) mengaku merekam pembicaraan pertemuannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid. Perekaman itu dinilai sejumlah pihak sebagai tindakan ilegal.

“Perbuatan MS apapun alasannya merupakan perbuatan melanggar hukum,” kata Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Muhamad Adnan, Minggu (6/12).

Dia menyesalkan langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang turut ikut mengusut dugaan tindak pidana terkait rekaman tersebut.

“Bayangkan, Jaksa Agung mau mengusut kasus hukum dengan barang bukti yang dihasilkan dari perbuatan melawan hukum?,” tukasnya.

Dia mensinyalir terdapat konspirasi pihak tertentu untuk mengkriminalisasi Novanto. Apalagi, lanjutnya, kini tengah dibangun opini agar Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR.

“Cuma karena rekaman ilegal seorang Ketua DPR diminta mundur dari jabatannya dan diancam akan dipidana. Padahal semua tudingan itu tidak terbukti sama sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, saat diminta keterangan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Maroef menyatakan, dirinya tidak menyembunyikan rekaman saat terjadi pertemuan.

“Merekam sama dengan kita mencatat. Saya tidak menyembunyikan rekaman itu. Saya taruh di atas meja,” kata Maroef.

Seperti diberitakan, Kejagung telah meminta keterangan Maroef. “Yang pasti sudah berikan keterangan Pak Maroef. Pak SS (Menteri ESDM Sudirman Said) sudah ketemu kita, tapi sekarang lagi ke luar negeri. Minggu depan (dipanggil kembali),” kata Jaksa Agung M Prasetyo.

Tentang kemungkinan memanggil Riza Chalid, Jaksa Agung hanya menanggapi normatif. “Siapa pun yang kita pandang perlu diundang, sifatnya diundang untuk beri keterangan. Ini tahap penyelidikan bukan penyidikan jadi belom pro justicia,” ujarnya.

Menurutnya, rekaman pertemuan Novanto, Riza dan Maroef dapat dijadikan bukti awal. “Saya melihat substansinya saja dan itu diakui oleh yang melakukan rekaman itu benar nanti kita kroscek meski saya juga lakukan validasi dan verifikasi tim penyelidik sudah komunikasi dengan ahli IT dari Bandung dan ITB biar semua clear lah,” ucapnya.

Suara Pembaruan

Carlos KY Paath/JEM