SHARE
Andi Narogong, tokoh kunci dalam kasus e-KTP.

Pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tidak berhenti pada pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Andi Agustinus alias Andi Narogong. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan ada pihak lain yang dijadikan tersangka.

Tersangka baru ini mengarah ke pihak swasta, termasuk pimpinan pihak swasta yang tergabung dalam konsorsium proyek e-KTP. Saat ini  penyidik sedang memantapkan bukti untuk menetapkan pihak lain yang secara bersama-sama melakukan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

ektpitu

Pemantapan bukti dilakukan dari penyidikan mendalam yang dilakukan kepada Andi Narogong yang diduga berperan kuat dalam proses penganggaran dan pengadaan proyek e-KTP 2011-2012.

Pengembagan penyidikan terhadap Andi Narogong juga mengarah kepada sumber dana untuk memuluskan proyek e-KTP di DPR maupun  pemerintah. Dalam kasus ini sejumlah pihak diduga kecipratan dana proyek e-KTP,  termasuk pejabat Kementerian Dalam Negeri, dari Gamawan Fauzi (kala itu menteri) hingga level bawah.
Dalam kasus e-KTP, banyak pihak swasta yang sudah diperiksa oleh penyidik KPK, salah satunya yakni Direktur Utama PT Quadra Solutions, Anang S Sudiharjo. Nama Anang sendiri juga termaktub dalam surat dakwaan dua terdakwa kasus e-KTP, Irman dan Sugiharto.

anang

Anang disebut menyediakan uang untuk para anggota DPR RI. Uang tersebut dikatakan sebagai suksesi pembahasan anggaran proyek e-KTP atau dengan kata lain, pemberian uang dilakukan agar Komisi II menyetujui formulasi anggaran proyek e-KTP yang disusun Kemendagri.

Nominal uang yang diberikan Anang pun beragam, totalnya berkisar antara Rp 10 miliar dan 700 ribu dolar Amerika Serikat.

Selain Anang S.Sudiharjo, KPK juga telah memeriksa tujuh orang lainnya dari sektor usaha.

korupsi

Tujuh orang tersebut adalah IT Consultant PT Inotech, Evi Andi Noor Halim; karyawan PT Sandipala Arthapura, Fajri Agus Setiawan; Direktur PT Geohidro Utama Energi Sjahrian Kurnia Harahap; serta empat orang swasta, yaitu Setyo Dwi Suhartanto, Eko Purwoko, Kwan Bie Eng, dan Liauw Prasetyo.

Baca Juga  KPK Men-Drop Gamawan Fauzi dan Andi Narogong dari Daftar Saksi

Sehubungan dengan keterlibatan pihak swasta ini KPK menyebutkan bahwa diantara mereka sudah ada yang sudah mengembalikan uang terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) Kemendagri itu. Jumlah uang yang dikembalikan sebesar Rp 250 miliar.