SHARE

Baghdad – Amerika Serikat (AS) serta sebagian negara koalisi punya niat untuk tetaplah mengerahkan tentara di Irak sesudah grup radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditaklukkan. Sekarang ini beberapa ribu tentara AS dikerahkan ke Irak untuk jadi penasihat militer.

Seperti ditulis AFP, Rabu (12/7/2017), Letnan Jenderal Stephen Townsend yang memimpin koalisi anti-ISIS menyebutkan pemerintah Irak sudah mengemukakan hasrat supaya pasukan AS serta koalisi tetaplah ada di wilayahnya, sesudah ISIS ditaklukkan di Mosul.

” Pemerintahan kami juga tertarik juga akan hal tersebut, sekian perihal dengan sebagian pemerintahan koalisi yang sudah mengemukakan kemauan untuk gabung dalam usaha itu, ” ucap Townsend dalam panggilan video dari Baghdad, Irak.

Ditambahkan Townsend, kajian hal tersebut telah tiba pada step akhir, step pengambilan ketentuan. ” Saya juga akan menghadapi hadirnya pasukan koalisi disini sesudah kekalahan ISIS, ” paparnya.

Sesudah Presiden AS Barack Obama merampungkan penarikan tentara AS dari Irak th. 2011 lantas, militer Irak secara cepat melemah dibawah Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang waktu itu memerintah. Waktu ISIS menyerang Irak pada th. 2014, tentara negara itu tidak dapat menjaga diri serta banyak unit militer yang melarikan diri, meninggalkan persenjataan serta kendaraan bernilai peninggalan AS.

” Kita semuanya dapat lihat ke belakang, pada akhir th. 2011, waktu pasukan AS serta koalisi meninggalkan Irak, serta lihat apa yang berlangsung sepanjang 3 th. ini. Saya fikir kita tidak mau mengulang itu, ” tegas Townsend.

Otoritas Irak rayakan kemenangan atas ISIS di Mosul, yang disebut kota paling besar ke-2 di Irak. Mosul juga jadi kota paling besar yang sempat dikuasai ISIS. Tetapi perayaan Irak itu dinodai kenyataan kalau pertempuran masih tetap juga akan berlanjut di tempat yang lain.

Baca Juga  WNI yang Pulang dari Turki Harus Dipantau Ungkap Komisi I DPR

” Masih tetap ada kantong-kantong perlawanan di Mosul, yang masih tetap bertahan, serta IED (bom rakitan) tersembunyi yang memerlukan saat berminggu-minggu untuk dibikin bersih, juga beberapa ruang ISIS di Hawijah serta Anbar sisi barat, ” jelas Townsend.

Sekarang ini, ada lebih dari 5 ribu tentara AS di Irak, yang umumnya jadi penasihat militer untuk tentara Irak. Townsend menghadapi hadirnya militer AS serta koalisi nanti semakin lebih kecil serta tentara-tentara itu juga akan diletakkan di sarana AS yang telah ada.

” Kami mempunyai jejak disini, yang menyebar di lokasi negara ini, terutama dengan maksud menaklukkan ISIS. Jejak hari esok semakin lebih kecil serta mungkin saja memakai pangkalan-pangkalan yang kita punyai saat ini, ” tandas Townsend.