SHARE

JAKARTA — Berdasar pada standard organisasi kesehatan dunia (WHO), jumlah keperluan minimum darah di Indonesia sekitaran 5, 1 juta kantong darah per th. (2 % jumlah masyarakat Indonesia). Walau sebenarnya produksi darah serta komponennya sekarang ini baru sejumlah 4, 1 juta kantong dari 3, 4 juta donasi. Berarti Indonesia defisit 1 juta kantong darah.

Kepala Biro Komunikasi serta Service Orang-orang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi menyebutkan, berdasar pada standard WHO, jumlah keperluan minimum darah di Indonesia sekitaran 5, 1 juta kantong darah per th. (2 % jumlah masyarakat Indonesia). Ia memberikan, di Indonesia berdasar pada data teratur kesehatan ibu serta anak 2016, 28 % penyebabnya kematian ibu yaitu pendarahan.

” Hal semacam ini bisa dihindari bila makin banyak pendonor darah suka-rela yang dengan teratur mendonorkan darahnya, ” katanya, Selasa (11/7). Karenanya, kata dia, pemerintah membuat program kerja sama pada pusat kesehatan orang-orang (puskesmas), unit transfusi darah (UTD) serta rumah sakit dalam service darah untuk turunkan angka kematian ibu. Kemenkes mencatat sekarang ini sejumlah 2. 394 puskesmas lewat 123 dinas kesehatan kabupaten/kota sudah di tandatangani nota kesepahaman dengan UTD serta rumah sakit.

Diluar itu, ia mengharapkan peranan orang-orang bisa bertambah untuk jadi pendonor darah suka-rela. Karna ketersediaan darah di fasilitas kesehatan begitu ditetapkan oleh partisipasi orang-orang dalam mendonorkan darahnya.

Menteri kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek berpesan terutama untuk yang bekerja di bagian kesehatan, supaya bisa memberi teladan pada orang-orang dengan jadikan donor darah jadi sisi dari pola hidup. Hingga, tindakan donor darah suka-rela bukan sekedar dikerjakan pada acara-acara spesial saja, namun jadi sisi dari pola hidup orang-orang untuk dengan teratur mendonorkan darahnya jadi Donor Darah Lestari.

Baca Juga  PMI Kota Bandung Hadirkan Lemari Khusus untuk Barang Hilang

14 Juni adalah Peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Th. ini konsentrasi pada donor darah dalam kondisi darurat, dengan slogan “What can you do? Give blood. Give now. Give often”. Kampanye itu mengutamakan perlunya peranan tiap-tiap orang untuk menolong orang yang lain dalam kondisi darurat dengan jadi donor darah.