SHARE

Ketua DPR RI Setya Novanto meminta semua pihak bersabar, dan sama-sama menunggu proses hukum yang sedang dijalankan dari kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri. Persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu sudah bergulir di pengadilan. Proses hukum harus menjadi rujukan. Persidangan harus dihormati.

“Ya, semua ada prosesnya, sekarang sudah di pengadilan dan sedang berjalan. Kita percayakan semuanya kepada pihak pengadilan,” demikian dikemukakan Setya Novanto di kompleks parlemen.

Setnov, sapaan akrab dari Ketua DPR yang juga Ketum Partai Golkar itu, mengakui akan menghormati semua proses hukum dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri ini. Ia juga berharap persidangan perkara e-KTP bisa bebas dari intervensi pihak tertentu.
belah

“Saya menjunjung tinggi proses hukum, dan juga mendukung adanya reformasi hukum. Nah tentu apa yang dilakukan di persidangan, semua kita harapkan tidak ada intervensi dari siapapun dan tidak dijadikan polemik-polemik,” tegasnya.

Sebelumnya, Partai Golkar sudah menegaskan komitmennya akan membela habis-habisan Setya Novanto atas laporan dugaan kebohongan publik dalam kasus e-KTP yang diadukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
 Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan fraksi akan membela dan mengawal proses di MKD.
“Pastilah. Ketum itu simbol partai, karena  itu pula semua penjelasannya kita yakini.  Atas dasar itu, apa pun langkah orang, kita akan menghadapinya dengan baik, bukan dengan berantem tentunya,” jelas Idrus Marham.
marham
Partai Golkar meyakini Setnov tidak berbohong soal bantahan telah melakukan pertemuan khusus terkait pembahasan e-KTP. Atau, kata Idrus, pernyataan Setnov yang mengaku tidak mengenal dua terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP yakni Irman dan Sugiharto. Untuk itu, fraksi Partai Golkar akan berusaha menolak laporan yang diajukan MAKI.

Baca Juga  KPK Dukung Usulan Parpol Dibiayai Negara, Asal....

“Ketum sudah memberikan penjelasan dan secara utuh kita percaya penjelasannya itu. Oleh karena itu fraksi akan bersikap, berdasar penjelasan ketua umum, kita akan tangkal apa pun serangan terhadap ketua umum,” tegas Idrus Marham.

Partai Golkar, kata Idrus Marham, meyakini Setya Novanto tidak berbohong soal bantahan telah melakukan pertemuan khusus terkait pembahasan e-KTP. Termasuk pernyataan Novanto yang mengaku tidak mengenal dua terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP yakni Irman dan Sugiharto.

laksono

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, juga meminta kader Partai Golkar agar tetap tenang dan menjalankan kerja partai seperti biasa. Kader partai diminta tak terpengaruh kasus hukum yang menyeret nama ketumnya, Setya Novanto.

Agung Laksono mengatakan, posisinya sebagai dewan Pakar hanya memberikan masukan kepada DPP Partai Golkar agar semakin kaya solusi. Agung yakin jika Setya Novanto mampu menjaga solidaritas kader partai. “Di bawah Setya Novanto saya yakin mampu memanage partai” jelas Agung Laksono.

Agung Laksono juga percaya pada pernyataan Setya Novanto bahwa tidak ada aliran dana yang masuk ke kantong partai. “Seperti yang disampaikan Ketum (Setya Novanto) tidak ada aliran dana ke partai,” tegas Agung.

Langkah memanggil Novanto, juga dinilai belum perlu dilakukan. Agung meminta agar jangan bereaksi secara membabi buta, karena benar atau tidaknya belum bisa dipastikan. Azas praduga tak bersalah akan digunakan partai untuk menyikapi kasus e-KTP.

mahyudin

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin juga menyatakan ketegasannya membela Setya Novanto. Ia mengaku telah bertemu dengan Setya Novanto. Dia percaya ketua umumnya tidak terlibat di pusaran dugaan korupsi mega proyek e-KTP Kemendagri itu.

“Beberapa waktu lalu, beliau seperti pendapat yang sudah-sudah beliau merasa tidak terlibat dan tidak tahu-menahu. Mudah-mudahan tidak ada masalah sama beliau. Biar nanti semuanya terbuka dalam persidangan. Biar fakta persidangan, saya kira tidak perlu banyak statement banyak pihak dari penegak hukum,” ujar Mahyudin.

Baca Juga  Agus Martowardoyo Baru Bisa Beri Kesaksian Kasus E-KTP 30 Maret

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar, Priyo  Budi Santoso juga sempat menemui Setya Novanto membahas kasus korupsi e-KTP. Meski didera badai kasus dugaan korupsi e-KTP, Novanto menampilkan wajah cerah dibalut senyum lebar saat menyambut Priyo.

“Saya menangkap wajah Novanto tak ada kesedihan apapun. Senyum dan cerah. Tanda baik saya peluk, gitu saja. Tapi hati saya enggak tahu,” ucap Priyo.

yoyo

Internal Partai Golkar bereaksi dengan tudingan menerima fee ‘pemulus’ perencanaan anggaran proyek e-KTP. Priyo menilai wajar jika seluruh elemen partai berupaya melakukan pembelaan terhadap Novanto dan kader-kader yang disebut dalam berkas dakwaan.

“Saya kira DPP juga merasakan terpanggil. Sama juga pak Ical mungkin juga akan lakukan hal yang sama. Saya pikir wajar dimana pimpinan organisasi mendapat masalah dan di beritakan semacam itu saya kira wajar,” tegasnya.

Dia juga akan berada di garda terdepan jika terjadi gonjang ganjing dalam tubuh partai terkait kasus ini.