SHARE
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono (kedua kanan) memotong tumpeng disaksikan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kanan), Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (kedua kiri) dan Wakil Ketua MPR Mahyudin (kiri) saat Syukuran Ulang Tahun ke 68 Agung Laksono di Jakarta, Minggu (26/3). Acara syukuran tersebut dihadiri sejumlah tokoh politik diantaranya Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pd/17

Minggu, 26 Maret ini, menjadi salah satu hari yang istimewa bagi Partai Golkar. Sejatinya untuk Agung Laksono, yang hari ini usinya mencapai 68 tahun. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini merayakan ulang tahunnya di kediamannya, kawasan Cipinang Cempedak II, Jakarta Timur.

Milad ke-68 salah satu tokoh nasional dengan pengalaman politik luar biasa ini dihadiri banyak tokoh dari berbagai kalangan. Namun, yang menjadi pusat perhatian adalah dua sosok ini: Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR, dan Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta yang lebih dikenal sebagai Ahok.

Mahyudin, Wakil Ketua MPR, serta Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz, juga hadir. Tampak pula beberapa pengurus inti Partai Golkar, seperti Idrus Marham, Sekjen, dan Charles Honoris.

syukur

 

Kehadiran Setnov, sapaan akrab Setya Novanto, di perayaan milad ke-68 Agung Laksono ini tentunya semakin mengentalkan pandangan solidnya partai berlambang pohon beringin ini. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pakar Agung Laksono berulangkali  menegaskan bahwa semua elemen Golkar harus bersatu padu mendukung kepemimpinan Setya Novanto.

Setnov tiba di kediaman Agung Laksono sekitar pukul 11.13 WIB dengan menggunakan kemeja batik hitam.

Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI ini pun memberikan doa untuk Agung Laksono sebelum mengikuti acara ulang tahun.

“Semoga semakin sukses, sehat, dan keselamatan. Semoga Pak Agung akan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” papar Setnov.

Setnov menuturkan, sudah mengenal lama Agung Laksono yang merupakan seniornya di Golkar.

agungmilad3

“Pada hari ini adalah kebahagiaan senior saya dan tokoh politik saya, bapak Agung Laksono ini kebahagiaan buat keluarga besar partai Golkar untuk itu kita menyampaikan selamat ‎ulang tahun,” tutur Setnov.

Baca Juga  Dewan Pembina & Dewan Pakar Solid Dukung Setya Novanto, Juga untuk Ajukan Praperadilan

Diceritakan Setnov, Agung ‎Laksono pernah menjabat Ketua Umum PPK Kosgoro dan Ketua Kosgoro 57 hingga akhirnya saat ini menjabat Dewan Pakar di Partai Golkar. Sehingga, menurutnya, Agung sudah memiliki pengalaman yang luar biasa di bidang politik.

Beberapa posisi lain yang diduduki Agung Laksono yakni Ketua Umum HIPMI, Ketua Umum AMPI, Menkokesra, dan Ketua DPR.

Setnov  menyebut Agung Laksono merupakan pelaku di bidang eksekutif dan legislatif.

Ia juga mengakui, keterpilihannya terpilih sebagai Ketua Umum Golkar tidak terlepas dari sosok Agung Laksono.

agungmilad4

Saat itu, Golkar terpecah dalam dualisme kepengurusan, yang satu  di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, sedangkan satunya dipimpin Agung Laksono.

Aburizal Bakrie menjadi Ketum Golkar versi Munas Bali. Sementara Agung Laksono terpilih sebagai  Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol.

Akhirnya, konflik Golkar terselesaikan melalui Munaslub di Bali pada tahun 2016.

Setya Novanto terpilih menjadi ketua umum di Munaslub tersebut.

“Beliau sangat sabar, taba , punya keuletan yang luar biasa. Saya belajar banyak dari beliau.  Pak Agung pernah jadi ketum partai Golkar via Ancol. Karena dari via Ancol, saya bisa jadi ketum Partai Golkar. Kalau tidak ada Ancol saya tidak jadi Ketum Golkar, dan alhamdulillah sekarang sudah sama-sama. Pak Agung paling rajin ke daerah sama saya,” papar Novanto.

 

“Sosok mas Agung adalah pejuang, baik pejuang partai organisasi dan pejuang untuk masyarakat bangsa dan negara. Kita harus contoh, teladani,” urai Setnov.

“Kita doakan untuk keselamatan, kekuatan panjang umur kepada Pak Agung, atas nama keluarga besar Partai Golkar kita doakan selamat,” papar Setnov.

agungmilad2

 

Setya Novanto juga menyinggung Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok,  yang ikut menghadiri acara tersebut.

Baca Juga  Nama Ahok Mendadak Disebut Ketika Program DP 0 Rupiah Anies-Sandi Dikritik

Ia meminta tamu undangan yang hadir agar tidak salah pilih, pada pencoblosan di putaran kedua Pilkada DKI, 19 April depan.

“Kalau nanti nusuk (di surat suara) namanya bukan Ahok tapi Basuki Tjahaja. Kalau di daerah-daerah berusaha menjelek-jelekkan Ahok, itu tidak benar,” tutur Setnov.