SHARE

Setya Novanto terlihat tenang menghadapi persidangan kasus e-KTP, Kamis (6/4) ini di PN Tipikor Jakarta.

Ia membawwa dokumen yang memperkuat bantahannya terkait dugaan permufakatan jahat korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik tahun anggaran 2011-2012.

“Ada ada, nanti kita lihat di persidangan. Tunggu dan lihat nanti di persidangan,” kata Setya Novanto, tak lama setelah tiba di PN Tipikor Jakarta bersama Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid dan Sekjen Idrus Marham.

Setya Novanto tidak banyak berkomentar mengenai dugaan keteribatan dirinya. Begitu juga ketika dia dikonfirmasi mengenai kedekatannya dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.
“Pokoknya nanti lihat di persidangan ya,” kata Setya Novanto seraya tetap melempar senyum.

novikusayang

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Anas Urbaningrum adalah otak dari pembagian uang korupsi e-KTP.

Dalam dakwaan tersebut disebutkan peran Anas Urbaningrum terkait proses penganggaran. Terkait dugaan keterlibatan Setya Novanto, disebut-sebut bahwa kemungkinan akan adanya dukungan dari ftraksi akan dikoordinasikan lebih dulu dengan pimpinan fraksi.

Dalam kesaksiannya pagi ini, Setya Novanto mengaku pernah bertemu dengan eks Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemdagri, Irman, yang kini jadi terdakwa korupsi e-KTP. Pertemuan itu terjadi saat Setya Novanto berkunjung ke Jambi terkait kebakaran hutan.

“2-3 minggu yang lalu saya baca di pesawat, di Tempo. Ada fotonya itu foto saya, di depannya ada pejabat, baru saya ingat bahwa saya pernah ke Jambi bersama pejabat lain dan beberapa menteri karena ada masalah kebakaran hutan yang berkepanjangan,” ujar Setya Novanto di awal sidang.

Saat itu, kata Setya Novanto, itu baru pertama kalinya ia melihat Irman yang secara kebetulan menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur Jambi. “Saya koreksi baru kali itu saya melihat Irman,” terang Setya Novanto.