SHARE

Akhirnya sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, kembali ke jalan yang benar yang sesuai dengan peraturan perundangan. Sidang kasus rekaman illegal yang diadukan oleh Sudirman Said, Menteri ESDM, sebelumnya berjalan terbuka.

Hal ini dilakukan karena si pengadu, Sudirman Said, nekat igin melanggar peraturan tata acara siding MKD. Saat diperiksa oleh MKD, pada Rabu (3/12/2015), Sudirman Said berani untuk melakukan siding terbuka. Sudirman Said seolah ingin melakukan show of force, bahwa ia benar dan didukung media.

Padahal apa yang dipaksakan oleh Sudirman Said, yang akhirnya disetujui oleh anggota mahkamah yang mulia. Prakosa, salah satu hakim MKD dari fraksi PDIP, padahal sudah mengingatkan jika hal tersebut telah melanggar peraturan sidang MKD.

“Sebelum saya lanjutkan pemeriksaan ini, saya ingin menyatakan bahwa kita ini semua melanggar peraturan. Karena siding MKD ini seharusnya dilakukan secara tertutup,” ungkap Prakosa.

Pada pemeriksaan saksi, Maroef Syamsudin, Presdir Freeport, kembali pelanggaran itu dilakukan saat siding MKD digelar secara terbuka. Bahkan siding pelanggaran etik tersebut disiarkan secara langsung lewat media televise nasional. Terhitung terdapat empat stasiun televise nasional yang menyiarkan secara langsung seperti Kompas TV, TV One, Metro TV dan Berita Satu. Sementara beberapa stasiun berita lain, hanya menampilkan laporan beberapa saat saja.

Akhirnya pada saat pemanggilan saksi terlapor Setya Novanto, yang juga Ketua DPR RI, marwah siding MKD kembali ke jalan yang benar sesuai peraturan. Sidang yang meminta keterangan dari Ketua DPR RI itu dinyatakan berjalan secara tertutup.

Sesuai Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Beracara Mahkamah Kehormatan DPR  memang harus dilakukan secara tertutup. Hal tersebut terdapat dalam Bagian Keempat Acara Sidang Pasal 18 .

Pada pasal 18, ayat keempat. (4) “Sebelum Sidang dimulai, ketua Sidang menyatakan Sidang tertutup untuk umum.” Hal ini menjelaskan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Setya Novanto memang sudah benar dan sejalan dengan peraturan. Setya Novanto yang juga Ketua DPR RI, tahu  persis untuk tidak melanggar peraturan. Setya Novanto telah menunjukkan bahwa ia bukan saja anggota DPR RI yang santun dan menghormati tata acara sidang namun juga menunjukkan jati dirinya sebagai warga negara Republik Indonesia yang tunduk dan patuh pada undang-undang.

Setya Novanto, jauh lebih terhormat dibandingkan dengan Maroef Syamsudin apalagi Sudirman Said, yang secara sengaja meminta siding dilakukan secara terbuka. Apa yang dilakukan Sudirman Said itu bukan hanya melanggar undang-undang namun juga menunjukkan kebodohannya sendiri dalam siding tersebut.