SHARE

Tak ada yang coba ditutup-tutupi oleh Setya Novanto saat memberikan keterangannya kepada penyidik kejaksaan agung, Kamis (4/2). Mantan Ketua DPR ini sangat kooperatif, menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan kepadanya. Setya Novanto juga mengakui pertemuannya dengan Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Mohammad Reza Chalid, pada 8 Juni 2015 di Pasifik Place.

Meski pertemuan tersebut atas permintaan Maroef Syamsoeddin, akan tetapi sengaja dilakukan di Hotel Ritz Carlton,  karena bersamaan dengan adanya rapat persiapan pernikahan putri Setya Novanto.

Hadir di gedung bundar kejaksaan agung sejak pukul 08.04 WIB, Setya Novanto sangat kooperatif memberikan keterangan. Setya Novanto amat tenang menjawab seluruh pertanyaan dari para penyelidik kejaksaan, yang menduga adanya permufakatan jahat dari pertemuannya dengan Maroef Syamsoeddin dan Reza Chalid itu. Setya Novanto masih terlihat segar saat meninggaalkan gedung bundar kejaksaan agung sekitar 14.30 WIB.

Merujuk pada keterangan Setya Novanto, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Arminsyah menjelaskan bahwa meski mengakui pertemuan dengan Maroef Syamsoeddin dan Reza Chalid, namun mantan Ketua DPR itu membantah isi rekaman pembicaraannya dengan Maroef dan Reza.

“Bahwa pertemuan itu ada, memang dibenarkan. Rekaman yang dibahas sebagaimana yang pernah kita dengar di media, Pak Setya Novanto menyangkal,” kata Arminsyah. Menurut Arminsyah,  tentu menjadi hak Setya Novanto untuk menyangkal isi rekaman itu. Ia mengakui bahwa pihaknya akan mencari alat bukti lain.

“Kami sudah minta keterangan dari ahli ITB (Institut Teknologi Bandung), apakah suaranya sama. Kemudian juga didukung oleh saksi Maroef untuk rekamannya,” kata Arminsyah. Seperti halnya Setya Novanto yang sudah mengundurkan diri dari Ketua DPR, Maroef Syamsoeddin juga sudah tidak lagi menjadi orang nomor satu di PT Freeport Indonesia. Saat tiga kali bertemu Setya Novanto, Maroef Syamsoeddin masih menjadi Presdir PT FI.

Setya Novanto sendiri tak banyak memberikan pernyataan usai keluar dari ruangan penyelidik Jampidsus. Dia mengaku sudah menjelaskan semua tuduhan terkait dugaan pemufakatan jahat untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia tersebut ke penyelidik.

“Saya sudah sampaikan apa yang sudah saya ketahui dan apa yang saya alami. Selanjutnya saya serahkan ke penyelidik,” kata Setya Novanto.

Ia menegaskan, tak pernah meminta saham ke PT Freeport Indonesia. Apalagi, mencatut nama Presiden Joko Widodo (jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.  “Semua itu tidak benar, oleh karena itu semuanya saya serahkan pada penyelidik. Saya sudah jelaskan semuanya,” papar Ketua Fraksi Golkar di Parlemen ini.