SHARE

Suasana di Geedung PN Tipikor Jakarta, di kawasan Kemayoran, sudah cukup ramai pagi ini, pukul 08.30 WIB.

Hari ini, Kamis (6/4), gedung pengadilan yang sebelumnya terus disesaki pengunjung dan kalangan media saat proses persidangan Jessica Kumala Wongso dan kemudian Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti itu, kembali menggelar proses hukum dari kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri.

Setya Novanto tiba sekitar pukul 08.35 WIB. Ia hanya menjawab singkat saat ditanya kesiapan untuk bersaksi.

“Nanti kita lihat di persidangan,” katanya singkat.

Saat ditanya soal isi dakwaan yang menyebutkan adanya pemberian uang kepada dirinya, Setya Novanto hanya tersenyum sambil terus berjalan.

Seperti biasa, persidangan dimulai pkl 09.00 WIB.’

Ini persidangan ke-7. Namun, atmosfir persidangan hari ini sangat istimewa karena menghadirkan sekaligus tiga tokoh besar dari jagat politik nasional.

Mereka adalah Setya Novanto, Ade Komaruddin, dan Anas Urbaningrum.

Aliran dana e-KTP jelas menuju ke Kemendagri
Aliran dana e-KTP jelas menuju ke Kemendagri

Total ada 10 saksi yang akan dihadirkan hari ini. Dari 10 orang tersebut, di antaranya empat anggota DPR mau pun mantan anggota DPR, empat pihak swasta, serta satu PNS dari Kemendagri.

Selain Setya Novanto, Akom, dan Anas Urbaningrum, satu saksin lain dari kalangan politisi adalah Markus Nari, anggota fraksi Golkar, sementara saksi-saksi dari swasta Achmad Fauzi, Dudy Susanto, Anang Sugiana, Evi Andi Noor Alam, Johanes Richard Tanjaya, Jimmy Iskandar, dan mantan pegawai Kementerian Dalam Negeri Suciati. (sur)

Setya Novanto, Akom dan Anas diminta keterangannya sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi II serta pimpinan fraksi Partai Golkar dan Demokrat saat pembahasan proyek e-KTP dilakukan di DPR antara 2011-2012.

Mereka akan dimintai keterangannya terkait perencanaan, proses penganggaran, hingga pengadaan proyek e-KTP. Termasuk soal Partai Golkar dan Demokrat yang disebut berperan besar dalam proyek e-KTP.

“Keterangan itu penting. Kami tentu saja harus mengumpulkan dan memastikan bukti permulaan yang cukup agar bisa meningkatkan perkara ke penyidikan,” ungkap Febri Diansyah, jubir KPK, Kamis pagi.

Kata Febri, keterangan para saksi di muka persidangan dapat menjadi bukti permulaan untuk mendalami indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.