SHARE

PROBOLINGGO – Sidang masalah sangkaan pembunuhan merencanakan yang membuat dua bekas pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Patuh Pribadi wafat dunia di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Rabu (12/7/2017) siang dipending.

Sidang dengan terdakwa pimpinan sekalian guru besar Padepokan Dimas Kanjeng Patuh Pribadi ini dipending Selasa (18/7/2017) depan.

Penundaan ini dikerjakan Ketua Majelis Hakim Basuki Wiyono sesudah pengacara Patuh Pribadi, M Sholeh mengemukakan berkas pledoi yang telah disediakan ini ketinggalan di Jakarta.

Pada akhirnya, Basuki juga mengambil keputusan untuk tunda sidang pledoi ini.

” Mudah-mudahan ini penundaan yang paling akhir. Saya kasih peluang minggu depan ya, ” kata Basuki waktu persidangan sembari mengetuk palu jadi tanda untuk tutup persidangan ini.

Pada SURYA. co. id, Pengacara Patuh Pribadi, M Sholeh menyebutkan, berkas pledoi ini telah disediakan sesungguhnya.

Bahkan juga, pihaknya telah mempersiapkan 55 halaman untuk berkas pledoi atau pembelaan clientnya dalam hadapi tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) minggu kemarin.

” Tim kuasa hukum Patuh Pribadi ini kan paduan dari tim di Surabaya serta Jakarta. Nah, tempat berkas dibawa tim dari Jakarta. peluang karna terburu-buru barusan pagi pergi jam 4 pesawatnya, pada akhirnya berkas pledoi ketinggalan di mobil, ” tuturnya.

Disebutkan dia, pihaknya tidak punya niat tunda atau berniat meninggalkan berkas pledoi ini. Tetapi, apa daya, berkas ketinggalan di Jakarta.

Sholeh menilainya jaksa kurang memperhitungkan kenyataan persidangan.

Berarti, pernyataan serta keterangan dari beberapa saksi, tidak dihiraukan.

Walau sebenarnya, semestinya kenyataan persidangan itu jadi referensi serta disandingkan dengan BAP di kepolisian.

” Namun saksikan saja kelak akhir dari persidangan ini. Yang pasti, saya jadi pengacara patuh pribadi, yakin kalau client saya ini juga akan bebas bukanlah memperingan. Karna client saya tidak bersalah serta ikut serta dalam masalah ini, ” tandasnya.

Baca Juga  Jakarta Mulai Tunjukkan Wajah Aslinya Pagi Ini

Disamping itu, Kasi Intel Kejari Probolinggo Joko Wuryanto mengakui juga akan ikuti jalur persidangan ini.

Sesungguhnya, pihaknya telah menantikan pledoi dari terdakwa.

” Ya bagaimana sekali lagi, kami sesungguhnya menginginkan masalah ini cepat putus. Namun bagaimana sekali lagi, kami ikuti jalur persidangan ini. Kami tunggulah di sidang minggu depan saja, ” tuturnya.

Seperti yang dikabarkan terlebih dulu, Patuh Pribadi, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) seumur hidup karna dipandang tidak mematuhi pasal 340 jo 55 KUHP.

Dia disangka kuat ikut serta dalam pembunuhan yang membuat dua bekas pengikutnya wafat dunia dengan tragis itu.