SHARE

KEPUTUSAN Mahkamah Kehormatan Dewan untuk menskorsing sidang yang yang mengagendakan permintaan keterangan dari ketua DPR Setya Novanto merupakan kewenangan dari alat kelengkapan dewan tersebut.

Namun, kapan sidang akan dilanjutkan dan dimungkinkan selesai, belum diketahui secara pasti. Yang jelas, kasus ini diharapkan dapat dituntaskan sebelum masa reses DPR, yang dimulai 18 Desember mendatang.

Tidak ada pernyataan resmi yang disampaikan Setya Novanto di akhir persidangan sekitar enam jam tersebut. Ketua DPR sebelumnya meminta sidang dilakukan secara tertutup, tidak terbuka sebagaimana yang dilakukan saat pemeriksaan terhadap menteri ESDM Sudirman Said selaku pengadu, dan Dirut Freeport Maroef Syamsuddin selaku saksi. Setya Novanto sendiri dihadirkan sebagai teradu atau terlapor.

Seusai sidang di skor, beberapa anggota MKD mempermasalahkan adanya kebocoran dari jalannya sidang yang kemudian ditayangkan oleh Metro tv. Hanya stasiun televisi milik pendiri Partai Nasdem Suryadharma Paloh itu yang ‘memperoleh’ hak siar ekslusif tersebut.

Kebocoran jalannya sidang MKD dari aspek audio yang memperdengarkan suara Setya Novanto itu tak pelak menjadi bahan pembicaran stasiun televisi lainnya.

Dalam sebuah ‘talk-show’ yang ditayangkan secara ‘live’ di Jaktv, peneliti LIPI Ikrar Nusa Bhakti mengatakan bahwa saat menayangkan audio ekslusif itu presenter Metro Tv menyatakan bahwa ‘bocoran’ tersebut mereka dapatkan dari salah seorang anggota MKD.

Beberapa anggota MKD mengatakan bahwa siapa pun yang melakukan penyadapan audio dari jalannya sidang ini sangat disesalkan. Sebuah pelanggaran etika. “Ini masuk pelanggaran etika serius. MKD perlu secara khusus menyidangkan masalah ini secara tersendiri,” kata Sufmi Dasco Ahmad, anggota MKD dari Partai Gerindra.

MKD beranggotakan 17 orang, dari ketua hingga anggota. Dari ke-17 anggota MKD ini dimungkinkan jika tidak semuanya satu suara. Ke-17 anggota MKD tersebut adalah  Surahman Hidayat (ketua/PKS), Kahar Muzakkir (wakil ketua/Partai Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (wakil ketua/Gerindra), Junimart Girsang (wakil ketua/PDIP), M Prakosa,  Marsiaman Saragih (PDI-P), Akbar Faisal (NasDem), Sarifuddin Sudding (Hanura), Sukiman, Ahmad Bakrie (PAN), Guntur, Dasrizal Basir (Partai Demokrat), Acep Adang Ruhiat (PKB), Adies Kadir, Ridwan Bae (Partai Golkar), Supratman (Gerindra), Dimyati Kusumah (PPP).

Partai Nasdem didirikan oleh Surya Paloh yang juga pemilik Metro Tv. Akbar Faisal adalah kader partai yang paling vokal. Metro Tv selama ini paling agresif dalam menayangkan pemberitaan terkait dugaan pelanggaran etika oleh Setya Novanto ini, bahkan dengan melakukan penggiringan opini secara massif.

Menurut keterangan ketua MKD Surahman Hidayat, sidang MKD dilakukan tertutup karena memang seusai dengan aturannya. “Undang-undangnya mengatakan demikian,” jelas Surahman.

Jika pun sidang MKD dilakukan terbuka, saat meminta keterangan Sudirman Said dan Maroef Syamsuddin, hal itu bisa dilakukan atas permintaan yang bersangkutan. “Karena pak Setya Novanto yang meminta  maka kami lakukan sidang tertutup,” jelas Surahman Said.

Secara yuridis formal sidang MKD harus dilakukan tertutup seusai undang-undang MD3. Namun, secara yuridis sosiologis atau, sidang bisa dilakukan terbuka, seperti diatur dalam tata tertib (tatib) persidangan.

Merujuk dari ketentuan bahwa aturan yang lama harus mengikuti aturan baru, mestinya sidang dilakukan tertutup seusai aturan perundang-undangan MD3. Oleh karena itu pula persidangan pertama MKD dan kedua dianggap tidak sah.