SHARE

Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi sudah lakukan rapat koordinasi untuk mengulas berkaitan perlakuan siswa sekolah yang terserang efek dari penertiban di lokasi Bukit Duri. Pemerintah juga akan memfasilitasi siswa yang sudah geser ke rusun itu untuk bersekolah ditempat paling dekat.

” Anak sekolah tempo hari telah dirapatkan dengan asisten kesra itu juga akan dikerjakan oleh Dinas Pendidikan, ” tutur Tri di tempat penertiban Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Tri menyebutkan siswa yang beralih ke Jakarta Timur itu tidak juga akan diperlakukan seperti penerimaan siswa baru. Tetapi ada penerimaan spesial untuk diletakkan di tempat paling dekat.

” Jadi mereka tidak tidak diperlakukan seperti penerimaan baru namun penerimaan spesial Jakarta Timur-nya telah diberitahukan ya pokoknya yang paling dekat SD paling dekat SMP paling dekat ini berlaku mulai hari ini pokoknya hingga dia di terima di sekolah, ” tuturnya.

Diluar itu, Tri menerangkan tentang warga yang koperatif serta ingin dipindahkan ke rusun. Menurut dia, warga sudah tempati tempat yang cukup baik ditempat baru hingga terasa nyaman.

” Tidak orang mereka saat ini telah nyaman tinggal dirumah susun yang umumnya seperti tempo hari hujan banjir saat ini nyaman tak ada nyamuk jadi itu bentuk pengaturan kita, ” tuturnya.

Disamping itu, sejumlah 673 personel paduan di turunkan dalam penertiban di Bukit Duri hari ini. Pemerintah juga sudah lakukan pemetaan bagian, sosialisasi sampai pemberian Surat Peringatan 1, 2 serta 3 sebelumnya lakukan penertiban.

Ada 4 RT yang terserang efek dari normalisasi Kali Ciliwung ini, yakni RT 01, 02, 03, serta 04/RW 12. Keseluruhan sejumlah 335 bagian yang terserang normalisasi.

Baca Juga  Bertemu Jodoh di Bukit Duri, Kini Jadi Kenangan Siti Aisyah

Dari 355 bagian, sejumlah 331 bagian sudah geser ke rusun, lima bagian berbentuk tiga musola, 2 MCK, serta 17 bagian tidak ambil karena sudah mempunyai tempat tinggal sendiri atau ada yang masih tetap bertahan karna cuma beberapa dari bangunan mereka yang terserang normalisasi.