SHARE

Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Romli Atmasasmita mengatakan ada sangkaan aliran dana asing Rp 96 miliar ke LSM Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dikaitkan dengan support ke KPK. KPK dengan tegas menyanggah.

” Tentu tidak sempat ada aliran dana itu (dari KPK). Bila itu di sampaikan oleh pihak-pihak spesifik, itu begitu salah. Serta info yang kita terima, pihak ICW juga telah menyanggah hal tersebut, ” jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Ditegaskan juga, biaya KPK datang dari APBN. Hingga terpantau sesuai sama mekanisme keuangan negara.

” Malah KPK tidak sempat terima aliran dana karna kami mempunyai mekanisme sesuai sama mekanisme keuangan negara yang ada. KPK umpamanya dananya datang dari APBN. Itu yang kita tentukan serta tetapkan sikapnya kalau KPK tidak sempat terima aliran dana, ” katanya.

Febri juga menerangkan tentang jalur pemberian dana hibah. Febri juga berasumsi tudingan ini sekalian jadi momentum untuk lakukan klarifikasi.

” Bila dana hibah sesungguhnya kan bisa saja menurut ketentuan hukum yang berlaku. Itu kan mesti dibicarakan dengan detil saya sangka. Kalau banyak tuduhan saat ini satu per satu dapat kita klarifikasi serta kita terangkan, ” tutur Febri.

Terlebih dulu, menurut Romli, semestinya jadi LSM yang bergerak dalam bagian korupsi, ICW berikan kritik maupun mengawasi kerja KPK dengan berdiri sendiri. Tetapi, hal tersebut tidak berlangsung karena Romli menuding ada dana asing sebesar Rp 96 miliar, tak tahu dari tempat mana, yang masuk ke ICW.

” Butuh ICW di panggil kesini untuk klarifikasi. Tolong ICW di panggil, di tanya uang sejumlah itu untuk apa. Saya percaya ada masalah pada KPK dengan ICW, ” kata Romli di gedung DPR, Senayan, Jakarta.