SHARE

Jakarta Raja dangdut Rhoma Irama ikut ada segera dalam sidang ke-2 masalah narkoba yang menjerat putranya, Ridho Rhoma. Selesai melakukan sidang, Ridho Rhoma bersikeras kalau semestinya putranya tidak ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, namun direhabilitasi.

” Itu jadi pemakai, seperti referensi dari assessment terpadu BNN (Tubuh Narkotika Nasional) serta lalu disebutkan kalau Ridho mesti direhab bukanlah dipidana, ” kata Rhoma Irama waktu didapati selesai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (11/7/2017).

Kepercayaan itu merujuk pada hasil referensi yang di keluarkan oleh BNN terlebih dulu dalam masalah Ridho Rhoma, yakni kepemilikan tanda bukti dibawah satu gr yaitu korban serta mesti direhabilitasi.

” Lalu diserahkan ke kepolisian, hasil dari kepolisian juga merujuk pada referensi BNN kalau pemakaian dibawah satu gr itu yaitu korban. Jadi mesti direhabilitasi, ” lanjut sang Raja Dangdut.

Dalam peluang itu, Pelantun lagu ” Tidur sampai larut malam ” ini mengemukakan keinginannya supaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta Majelis Hakim bisa berdasar pada undang-undang.

” Kurang lebih kami harap pada hakim pastinya juga pada JPU (Jaksa Penuntut Umum) supaya merujuk pada UU dengan yang sesungguhnya, ” ungkap Rhoma Irama.

Seperti di ketahui, pada sidang perdana yang di gelar Selasa 4 Juli 2017, hakim mendakwa Ridho Rhoma bersalah atas kepemilikan narkoba type sabu seberat 0, 76 gr.

Buntut dari dakwaan itu, Ridho dipakai pasal 112 UU No. 35 Th. 2009 serta terancam pidana penjara sepanjang empat sampai 12 th..

Sesaat, pihak Ridho Rhoma berasumsi dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum tidak cocok dengan hasil assesment dari BNN terlebih dulu.