SHARE

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, Turki, masih tetap mencari info masalah kepastian jati diri warga negara Indonesia (WNI) bawah usia yang “dinikahi” oleh militan Negara Islam di Irak serta Suriah (ISIS).

Info mengenai kehadiran WNI berumur 15 th. itu dilaporkan oleh surat berita Turki, Huriyet, edisi 10 Juli 2017.

Otoritas hukum Turki dilaporkan berhasil temukan korban, yang berinisial RFR, dalam operasi antiteror di tempat tinggal seseorang anggota grup militan ISIS, yang berinisial SY, di Propinsi Adana, Turki.

KBRI Ankara telah memajukan keinginan untuk dapat berjumpa dengan WNI itu, kata salah seseorang pejabatnya.

” KBRI tengah mencari info dari beragam sumber, terlebih otoritas Turki. Kita telah minta akses kekonsuleran untuk menjumpai yang berkaitan di Adana, ” kata petinggi KBRI di bagian perlindungan kekonsuleran WNI, Abdul Hakim, Selasa (11/7/2017).

Selama ini, ” Belum juga memperoleh tanggapan (dari pemerintah Turki), namun sesegera mungkin saja kita memperoleh izin untuk menjumpai yang berkaitan, ” lebih Abdul Hakim.

Dipulangkan

Usaha ini dikerjakan KBRI untuk meyakinkan apakah RFR adalah WNI atau bukanlah.

Menurut dia, otoritas hukum Turki tengah berupaya memperoleh izin dari kementerian luar negeri negara itu.

” Kita sekali lagi menelusuri apakah (orangtuanya) berada di Istanbul atau telah di Indonesia, kita belum juga tahu persis. Kita mengharapkan sesegera mungkin saja (berjumpa) supaya memperoleh info yang pasti, umpamanya orangtuanya dimana, saudara-sudaranya dimana, ” imbuhnya selanjutnya.

Jika didapat kepastian kalau RFR yaitu WNI, jadi KBRI juga akan memberi pendampingan terlebih hak-hak kekonsuleran serta pemulangannya, tegas Abdul Halim.

Seseorang perempuan WNI berumur 15 th. disangka jadi korban kekerasan seksual anggota grup ISIS di Turki, sekian dilaporkan surat berita Turki, Huriyet pada 7 Juli 2017.

Harian Huriyet memberikan laporan, aktor tindak kekerasan seksual itu berhasil di tangkap sesudah pernah dinyatakan buron.

Dilaporkan, otoritas hukum Turki berhasil temukan korban, yang berinisial RFR, dalam operasi antiteror di tempat tinggal seseorang anggota grup militan ISIS, yang berinisial SY, di Propinsi Adana, Turki.

“Dibeli” dari orangtuanya

Menurut Huriyet, perempuan berumur 15 th. itu ” dibeli ” dari orangtuanya di Istanbul oleh SY –seorang jihadis serta anggota grup militan ISIS – untuk ” dinikahi “.

Korban dilaporkan pernah berbohong tentang nama serta jati dianya, namun aparat hukum Turki pada akhirnya ketahui jati dianya lewat catatan resmi atas nama dianya di Istanbul.

Kantor kejaksaan Turki memohon info korban jadi bukti ada sangkaan masalah kekerasan seksual.

Penyelidikan pada masalah ini untuk memastikan apakah keluarganya berkaitan dengan ISIS atau tidak.

Perempuan berumur 15 th. itu dilaporkan juga akan diekstradisi ke Indonesia jika prosedurnya telah usai.

Direktur Bagian Mencegah Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamidin menampik untuk memberi komentar masalah ini dengan khusus, tetapi pada umumnya, menurut Hamidin, ” begitu sangat mungkin masalah itu berlangsung “.

” Masalah (kekerasan) seksual, perdagangan wanita, itu memanglah pekerjaan ISIS. Di situ memanglah ada bursa istri. Umpamanya ada (keluarga) yang berkomunikasi dengan kita, ada anak perempuannya yang nyaris dikawin paksa oleh tentara ISIS, jadi kondisinya sesuai sama itu, ” kata Hamidin.