SHARE

Lampung – Subdit Industri serta Perdagangan (Indag) Direktorat Reskrimsus Polda Lampung menggerebek stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) di Lampung Utara, Lampung. Disangka SPBE itu lakukan pengisian gas ukuran 3 kg tidak cocok ukuran.

” Disangka ada tindak pidana pengurangan isi bahan bakar elpiji untuk tabung ukuran 3 kg seperti terdaftar dalam Undang-Undang Perlindungan Customer, ” jelas Direktur Reskrimsus Polda Lampung Kombes Rudi Setiawan, Kamis (20/7/2017).

SPBE yang terdapat di Jl Ratu Perwira Negara, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, itu dikelola oleh pihak swasta.

” Pengelolanya PT Adi Sejahtera Lampung Utara. SPBE ini telah beroperasi sepanjang satu tahunan, ” tambah Rudi.

Gas bersubsidi product perusahaan itu didistribusikan untuk lokasi Kabupaten Lampung Utara serta Kabupaten Way Kanan. SPBE itu sekarang ini telah dipasangi garis polisi.

” Sesaat sistem penyelidikan berjalan, pihak kepolisian sudah bekerjasama dengan pihak Pertamina untuk mem-back up distribusi gas 3 kg di dua kabupaten itu. Berarti, jangan pernah sistem penyelidikan ini mengganggu sistem distribusi gas ke orang-orang, ” terangnya.

Dalam sehari, SPBE itu lakukan pengisian tabung gas ukuran 3 kg sejumlah 11. 200 tabung.

” Dalam sebulan itu mereka bekerja 26 hari kerja. Berarti, dalam setahun itu mereka isi elpiji ukuran 3 kg sejumlah 3. 494. 400 tabung, ” katanya.

Polisi telah memohon info enam orang saksi serta dua orang saksi pakar dari Tubuh Metrologi Lampung Utara dan seseorang saksi pakar dari Pertamina berkaitan aksi ilegal ini.

” Besok juga akan dikerjakan titel untuk mengambil keputusan tersangka, ” lanjutnya.

Penggerebekan dikerjakan pada Selasa (18/7) lantas yang di pimpin oleh Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Lampung AKBP Budiman Sulaksono serta Kanit I Subdit Indag Kompol M Agung sesudah memperoleh info dari orang-orang.

Kepolisian dengan melibatkan petugas Tubuh Metrologi dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara lalu lakukan penelusuran secara detail berkaitan pengisian gas ukuran 3 kg di tempat.

Dari hasil penelusuran itu, diperoleh sebagian kenyataan salah satunya tabung yang siap edar beratnya dibawah 3 kg dan 18 unit filling machine (untuk pengisian gas) tidak cocok standard yang ditetapkan.

” Serta alat timbang tabung elpiji juga tidak ditera oleh Dinas Perdagangan, ” tuturnya.

Di tempat itu, polisi mengamankan 15 unit filling machine, 42 buah tabung elpiji yang siap diedarkan, 1 unit mesin timbangan elektrik, 1 bundel kuitansi layanan pengisian gas 1 th. paling akhir, serta 1 berkas foto copy akta pendirian perusahaan.