SHARE

Entah kekuatan besar apa yang memayungi Olly Dondokambey, yang jelas hukum tampaknya masih menjauh dari politisi PDI Perjuangan ini.

Mantan anggota DPR beberapa periode itu duduk-duduk manis di kursi empuk gubernuran Sulawesi Utara.

Mungkin saja ia mentertawakan para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang hingga saat ini sia-sia menjeratnya.

Atau sebaliknya, setiap hari ia dibayangi kecemasan dan terus menduga-duga KPK akan segera menetapkannya sebagai tersangka, dari kasus Hambalang dan e-KTP.

Memang, terhitung luar biasa Olly Dondokambey ini.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kedua kanan), Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) serta Staf Khusus Presiden Johan Budi (kedua kiri) meninjau lokasi Proyek Wisma Atlet di Bukit Hambalang, Kab.Bogor Jawa Barat, Jumat (18/3). Presiden menegaskan proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah aset negara yang harus diselamatkan, proyek itu telah menghabiskan uang negara hingga mencapai Rp 2,7 triliun. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/16
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kedua kanan), Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) serta Staf Khusus Presiden Johan Budi (kedua kiri) saat meninjau lokasi Proyek Wisma Atlet di Bukit Hambalang, Kab.Bogor Jawa Barat.

 

Pada Juli 2014 itu, surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) untuk Olly Dondokambey sudah siap ditandatangani oleh Abraham Samad, Ketua KPK saat itu.

Namun, entah bagaimana, sprindik itu menjadi tidak jelas.

Namun, entah bagaimana, sprindik itu menjadi tidak jelas.

Mungkinkah ada tekanan dari pimpinan PDIP agar sprindik itu tak jadi diteken?

Atau, atau ada bargaining lain antara Abraham Samad dengan PDIP.

Keterlibatan Olly di kasus Hambalang mencuat dari keterangan sejumlah tersangka dan saksi kasus Hambalang lainnya.

olimpik
Olly Dondokambey bersama Presiden Jokowi dan Megawati

Misalnya, dalam vonis untuk terdakwa Teuku Bagus Mohammad Noor dan Deddy Kusdinar.

Olly Dondokambey yang kala itu menjadi bendahara umum PDIP terbukti menerima uang suap sebesar Rp 2,5 miliar dari proyek P3SON.

Suap untuk Olly berkaitan dengan pengurusan proses anggaran proyek P3SON yang tengah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Sebab, melalui Banggar DPR tersebut, anggaran proyek yang awalnya single years menjadi multiyears itu meningkat drastis, dari mulanya hanya menelan biaya sebesar Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

nasiuduk
Mantan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum saat menjalani persidangan kasus Hambalang.

Kasus korupsi bancakan P3SON Hambalang ini sudah memakan banyak korban.

Andi Alfian Mallarangeng dihukum empat tahun, pada Oktober 2013. Mantan Menpora itu baru saja bebas, Jumat (21/4).

Baca Juga  Mungkinkah Ibas Gentle, Datang Sendiri Ke KPK dan Siap Diperiksa Untuk Kasus Hambalang?

Adiknya, Choel Mallarangeng, dituding menerima Rp 4 miliar dan USD550 ribu, Wafid Muharam sebesar Rp 6,5 miliar, Deddy Kusdinar sebesar Rp 300 juta, Anas Urbaningrum sebesar Rp 2,21 miliar dan Mahyudin sejumlah Rp 600 juta.

Teuku Bagus Mokhamad Noor sebesar Rp 4,5 miliar, Machfud Suroso senilai Rp18 miliar, Joyo Winoto Rp3 miliar, Lisa Lukitawati Rp5 miliar, Adirusman Dault Rp500 juta, dan Nanang Suhatmana sebesar Rp1,1 miliar, dan Olly Dondokambey sebesar Rp 2,5 miliar.