SHARE

PALEMBANG — Manajemen Sriwijaya FC memohon semuanya pihak termasuk juga media untuk memakai azas praduga tidak bersalah dalam masalah pemerkosaan yang menjerat salah seseorang pemain club berjuluk Laskar Wong Kito. Pemain itu, MSM, jadi tersagka dalam masalah pelecehan serta kekerasan pada seseorang perempuan bernama IR di satu hotel di lokasi Ilir Barat.

“Soal pemain pemain kami itu, tidak dapat asal vonis demikian saja. Mari tetaplah menjunjung azas praduga tidak bersalah, ” kata Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris, Jumat (21/7).

Dia menyebutkan pemain itu dituduh lakukan pemerkosaan yang disebut kejahatan berat. ” Butuh pembuktian komplit serta mendalam seperti ada visum. Bukan sekedar sebatas dari pengaduan saja, ” kata Achmad.

Menurut Achmad Haris, manajemen Sriwijaya menanggung juga akan berlaku kooperatif supaya masalah yang menerpa MSM yang saat ini tengah dikerjakan Polresta Palembang. “Kami siap kooperatif serta mensupport perlakuan oleh kepolisian, ” kata dia.

Achmad Haris membetulkan MSM yang disebut pemain belakang Sriwijaya FC MSM pada Jumat (21/7) ikuti session latihan pagi jadi persiapan Laskar Wong Kito menghadap Persegres Gresik United pada Senin, 24 Juli 2017. ” Pagi barusan semuanya pemain telah latihan melakukan latihan. Hanya satu pemain tidak latihan hari ini, Tijani Belaid yang tengah mengurusi visanya, ” tutur dia.

Terlebih dulu, seseorang pemain club profesional Sriwijaya FC dilaporkan ke polisi atas tuduhan penganiayaan serta pemerkosaan pada korban IR (16 th.), Kamis (20/7). Pemain belakang Sriwijaya FC berinisial MSM ini segera diamankan di Kepolisian Resor Kota Palembang untuk melakukan kontrol selanjutnya.

Korban melapor kalau dia sudah diperkosa di satu diantara hotel di Komplek Ilir Barat I Palembang. MSM disangka lakukan hal itu karna mabuk karena pesta miras dengan enam rekannya.

Baca Juga  Kasus Hukum Pemain Sriwijaya FC Berakhir Damai

Kapolsek Ilir Barat I Komisaris Handoko Sanjaya membetulkan ada peristiwa itu. Kepolisian telah mengecek MSM dengan enam rekannya. Penyidik juga mengambil keputusan jadi tersangka dalam masalah ini.

Kapolresta Palembang Komisaris Besar Wahyu Bintono Hari Bawono menyebutkan Polresta Palembang telah menggantikan masalah ini. Sesudah melakukan kontrol di Polsek Ilir Barat I, masalah MSM sudah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan serta Anak Satreskrim Polresta Palembang untuk pendalaman.