SHARE

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) selalu berusaha cetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkwalitas supaya bisa berkompetisi global. Sebagian terobosan dikerjakan, termasuk juga mengoptimalkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK).

Satu diantara yang mempunyai nilai plus yaitu BLK yang bermarkas di Serang, Banten. Mulai sejak 2001, tempat kursus itu mempunyai program yang diadopsi dengan utuh dari negara maju seperti Austria.

Program yang berdurasi 2 th. itu mencakup in house training serta on the job training untuk kejuruan Las Industri, Mesin Industri, Elektronika Industri, serta Mekatronika.

Dengan ikuti program tersebu, peserta juga akan diberi kursus dengan kompetensi untuk menghadapi perubahan tehnologi serta kwalifikasi pekerjaan yang beralih cepat.

Yang lain, mereka akan diberi pengetahuan manajemen pemasaran, serta pengetahuan sekitar tingkah laku organisasi serta jalinan industrial.

Pada setiap th., di ketahui, tempat kursus di Serang itu dapat cetak tenaga kerja trampil dari jurusan tehnik las, tehnik listrik, serta yang lain. Mengenai peletakan rata-rata, lebih dari 1/2 lulusan siap terserap industri.

“Sesuai arahan Kemnaker, (program yang di buat) mesti masif serta konsentrasi. Th. ini jumlah peserta kursus di BBPLK Serang bertambah 6 kali lipat dibanding th. terlebih dulu, ” kata Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Fauziah, Jumat (21/07/2017).

Paling banyak yaitu mereka yang turut tingkatkan kekuatan terutama pada kejuruan las serta listrik.

Pada awal th., Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri sudah menunjuk 3 Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK). Mengenai, BLK yang menyebar di semua Indonesia sejumlah 301.

Sejumlah 17 BLK adalah BLK UPTP, yang bermakna dibawah pemerintah pusat (Kemnaker), sedang yang lain yaitu BLK UPTD punya Pemerintah Daerah Propinsi serta Kabupaten/Kota.