SHARE

Bandung – Ketua Primkopau Lanud Husein Bandung Kapten Lek M Kasdani menyebutkan telah mulai sejak lama taksi bandara memakai argo dalam mengambil keputusan tarifnya. Apabila ada sopir taksi yg tidak memakai argo ia sebut itu oknum.

Dia menerangkan, awalannya pemilihan tarif itu berdasar pada zone atau bergantung jarak tempuh dari maksud semasing penumpang. Tetapi berdasar hasil pertemuan dengan Pemkot Bandung pada akhirnya mulai sejak Maret 2016 lantas tarif yang dibebankan pada customer sesuai sama argo yang tercantum.

” Untuk zone telah kita hapus. Arahan Wali Kota Bandung serta Dishub Kota Bandung kita saat ini gunakan argo, ” ucapnya, Kantor Primkopau Lanud Husein, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (10/7/2017).

Menurut dia, banyak pihak atau pengemudi taksi gelap yang mengatasnamakan taksi bandara. Hal semacam ini pastinya beresiko pada citra dari taksi bandara dibawah pengelolaannya. ” Ada oknum-oknum yang mengatasnamakan. Buat citra jelek, walau sebenarnya bukanlah kita yang lakukan, ” katanya.

Pihaknya meyakinkan, selalu tingkatkan service pada semuanya customer. Dengan bertahap juga akan dikerjakan perbaikan baik dari bagian infrastruktur serta service. ” Kedepan semakin lebih diatur agar service ditingkatkan, ” tuturnya.

Dia juga menyatakan, apabila ada taksi bandara yg tidak memakai argo dalam mengambil keputusan tarif itu yaitu oknum. Pihaknya juga akan lakukan pembenahan berkaitan problem ini. ” Bila tidak berargo itu oknum, ” ucapnya.

Di jumpai terpisah, satu diantara sopir taksi Bandara Husein Sastranegara Kuswara membetulkan apabila taksinya saat ini sudah memakai argo. Menurut dia ketentuan itu telah diaplikasikan cukup lama.

Baca Juga  Warga Keluhkan Tarif 'Mencekik' Taksi Bandara Husein Bandung