SHARE

Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan Supratman Andi Agtas mengaku belum memiliki pertimbangan dalam memutuskan perkara dugaan pelanggaran etika yang dituhkan Sudirman Said, Menteri ESDM kepada Ketua DPR Setya Novanto.

Menurut Politikus Partai Gerindra ini keputusan tergantung dari sikap seluruh anggota MKD. Jika semua menyepakati dan menyatakan Setya bersalah, maka sanksi pasti dijatuhkan. Meski dia belum memiliki penilaian hingga saat ini.

“Saya belum melakukan itu (pertimbangan), baru kita simpulkan besok,” kata Supratman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12).

Supratman menjelaskan kemungkinan opsi sanksi untuk Setya Novanto sangat kecil, karena ketiadaan bukti yang disampaikan oleh si pengadu, atau bukti adalah illegal dan telah direkayasa. Untuk itu, Setya Novanto, bisa saja dibebaskan, bahkan tidak ada pelanggaran etik kedua.

Namun, akumulasi sanksi menurutnya masih multi tafsir. Sebab, perbuatan berulang dapat ditafsirkan melakukan kesalahan serupa, sehingga otomatis mendapat akumulasi sanksi. “Kalau seperti kemarin dia melanggar kasusnya sama, dan dia ulangi lagi, tafsirannya boleh perbuatan berulang. Itu boleh diakumulasi,” ujar Supratman.

Di satu sisi, jika dinilai melakukan kesalahan lain yang bernilai sanksi ringan. Maka dapat ditafsirkan pula akumulasi untuk meningkatkan sanksi menjadi sedang.

“Bahwa kalau dia sudah mendapat sanksi ringan dan ringan, itu mungkin sudah akumulasi. Sehingga sanksinya mungkin sedang. Tapi semuanya itu ditentukan besok ,” ucap Supratman.