SHARE

Cara-cara yang dilakukan Freeport dan antek-anteknya untuk mendiskreditkan pemimpin dan lembaga nasional Republik Indonesia sudah sedemikian massif. Dimulai dari antek pertama, Maroef Syamsudin (Presdir Freeport), kemudian Sudirman Said (Menteri ESDM) dan ditindaklanjuti oleh Surya Paloh lewat media seperti Metro TV sudah kebabalasan.

Mereka mendeskreditkan Mahkamah Kehormatan Dewan sebagai sebuah institusi yang bobrok. Hal ini tercermin dari usaha mereka yang menginstruksikan pasukan maya nya untuk membuat tagar #MKDBobrok yang sangat nista

Tagar tersebut dibuat mendunia untuk menjelek-jelekan sebuah lembaga terhormat di Republik Indonesia. Citra MKD yang diisi oleh orang-orang terhormat, dibuat menjadi tidak karu-karuan. MKD yang berjalan menurutti aturan yang telah ditetapkan dalam peraturan MKD, justru diputarbalikkan.

Freeport, sudah sedemikian kejam dan sadis dalam memaksakan kehendaknya untuk memperburuk citra Republik Indonesia. NKRI dibuat seolah-olah tidak berharga lagi di mata mereka. Cara-cara imperialis dan penjajah yang memecah belah rakyat Indonesia terus dilakukan. De vide et impera, dalam bentuk baru lewat tagar itu membuat rakyat Indonesia jelas-jelas tersakiti.

Untuk itu, masyarakat yang masih memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme dan mencintai NKRI sebagai harga mati, harus melawan. Sikap ini harus ditunjukkan dengan membuat tagar #MKDHebat. Tunjukkan sikap kita, dimana bangsa ini tidak bisa dipecah belah oleh kelompok atau negara asing. Freeport yang tidak hanya mementingkan kepentingan kelompoknya harus dibasmi. Ganyang Freeport adalah gerakan yang sesungguhnya harus digalang.

Freeport telah memulai sebuah revolusi yang ingin membuat Papua Merdeka. Tunjukkan nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia, dengan melawan mereka. Sekali lagi melawan Freeport. Ganyang Freeport. #MKDHebat